KUR 2024

Penerima KUR 2024 Harus Naik Kelas, Akankah Harapan Ferry Irawan Terwujud?

Sampai 31 Oktober 2024, pemerintah pusat melalui lembaga-lembaga keuangan di tanah air, telah menyalurkan dana KUR 2024 sebesar Rp 246,58 triliun.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
NAIK KELAS – Penerima dana KUR 2024 diharapkan naik kelas. Harapan itu kini perlahan sudah terlihat karena saat ini ada 49 persen pelaku UMKM telah mengakses pinjaman komersial. 

POS-KUPANG.COM – Sampai 31 Oktober 2024 lalu, pemerintah pusat melalui lembaga-lembaga keuangan di tanah air, telah menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat atau KUR 2024 sebesar Rp 246,58 triliun.

Dari data yang ada terungkap belakangan ini, bahwa dana sebesar itu telah diberikan kepada 4,2 juta pelaku UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Dana itu sudah disalurkan kepada 4,27 juta debitur yang membutuhkan tambahan modal usaha.

Besar harapan pemerintah, adalah setelah mendapatkan pinjaman dana tersebut, para pelaku UMKM memanfaatkan secara baik, sehingga setidaknya, usaha yang digeluti bisa berkembang baik, bisa naik kelas dari keadaan sebelumnya.

Tentang penyaluran dana tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Ferry Irawan membeberkan fakta baru. Bahwa dari 4,27 juta pelaku UMKM yang mendapatkan dana tersebut, 113 persen di antaranya adalah debitur baru.

“Kalau kita lihat tadi sampai dengan 31 Oktober (2024) realisasinya sudah mencapai Rp 246 triliun lebih (Rp 246,58 triliun). Di tahun 2023 karena satu dan lain hal, kita memang di bawah target. Tapi di 2024 mudah-mudahan dari target awal Rp 280 triliun sampai dengan akhir tahun,  kita harapkan bisa kita capai, gitu ya,” ujar Ferry Irawan dalam acara KUR Meets The Press di Jakarta, Rabu 13 November 2024.

Ferry memaparkan bahwa sampai Agustus 2024, sebesar 113 persen debitur KUR 2024 merupakan debitur baru. Sementara 60 persen yang tercatat sebagai debitur baru KUR itu berada pada Desil 1-4.

Oleh karena itu, lanjut Ferry Irawan, pihaknya akan terus berusaha untuk mendorong penerima KUR 2024 agar bisa naik kelas atau bergraduasi.

“Kami juga mendorong proses graduasi, yaitu mendorong debitur yang sudah berkembang untuk mengakses fasilitas komersial atau pindah ke segmen yang lebih tinggi. Di Mei 2024, 49 persen debitur kami sudah tergraduasi ke segmen yang lebih tinggi atau segmen komersial,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Ferry Irawan menyampaikan bahwa pemerintah mendorong pemanfaatan KUR 2024 di sektor produksi. 

Hal ini tercermin dari data bahwa hingga 30 September 2024, sebanyak 57 persen KUR 2024 disalurkan untuk sektor produksi.

Sementara, dari segi inklusivitas keuangan, pemerintah mencatat penerima perempuan mencapai 49 persen dari total penerima KUR 2024.

“Selain itu, kami terus memantau sebaran penerima KUR di daerah 3T, dengan 1,3 persen dari total penyaluran diterima oleh daerah tertinggal,” terang Ferry Irawan.

Baca juga: 6 Minggu Lagi Program KUR Berakhir, Sudahkah Anda Dapat Bantuan Modal Kerja?

Baca juga: Kamu Ingin Tahun Keunggulan KUR di Bank BRI? Cepat Ajukan Pinjaman, Waktumu Tinggal Sedikit

Sejak 2015 sampai dengan 31 Oktober 2024, pemerintah mencatat outstanding KUR sebesar Rp 490 triliun yang disalurkan untuk 48,63 juta debitur.

"Secara agregat, program KUR berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan penyerapan tenaga kerja yang juga cukup baik, yaitu 3 orang per Rp 1 juta yang disalurkan. Kami berharap di 2024 dapat mencapai target penyaluran KUR sebesar Rp 246,88 triliun dan terus melanjutkan pencapaian ini hingga akhir tahun," ujarnya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved