Rabu, 6 Mei 2026

KUR 2024

Realisasi KUR Melonjak Drastis, Hingga Oktober Capai Rp 246,58 Triliun, Simak Ini

Belakangan ini, realisasi dana Kredit Usaha Rakyat atau KUR 2024 melonjak drastis. Sampai akhir Oktober, total dana yang disalurkan Rp 246,58 triliun.

Tayang:
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
MELONJAK DRASTIS – Realisasi dana KUR 2024 ini melonjak drastis dalam beberapa bulan terakhir. Hingga akhir Oktober 2024, total dana yang sudah disalurkan mencapai Rp 246,58 triliun. Dana itu diberikan kepada para pelaku UMKM di Tanah Air. 

POS-KUPANG.COM – Belakangan ini, realisasi dana Kredit Usaha Rakyat atau KUR 2024 melonjak drastis. Sampai akhir Oktober 2024, total dana yang sudah disalurkan kepada para pelaku UMKM di seluruh Indonesia, sudah mencapai Rp 246,58 triliun.

Total penyaluran dana sebanyak itu diperuntukkan bagi 4,27 juta pelaku UMKM. Realisasi dana tersebut setara dengan 88,06 persen dari target penyaluran sebesar Rp 280 triliun.

 “Kalau kita lihat data, hingga 31 Oktober 2024 realisasi KUR sudah mencapai Rp 246 triliun. Kita harapkan mudah-mudahan bisa capai target Rp 280 triliun,”

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Ferry Irawan, dalam acara KUR Meets The Press di Jakarta pada Rabu 13 November 2024.

Dikatakannya, bahwa pada tahun 2023 lalu, realisasi dana KUR 2023 tidak mencapai target. Tapi besar harapannya agar dalam tahun anggaran 2024 ini, penyaluran dana KUR bisa sesuai target yang ditetapkan.

“Karena satu dan lain hal, sehingga pada tahun 2023, kita memang di bawah target. Tapi di 2024 ini mudah-mudahan dari target awal Rp 280 triliun, kita bisa capai dengan baik,” kata Ferry Irawan.

Pada bagian lain, Ferry Irawan mengatakan bahwa sampai Agustus 2024 lalu, sebanyak 113 persen debitur KUR 2024 merupakan debitur baru. Sebanyak 60 persen yang tercatat sebagai debitur baru KUR juga berada pada Desil 1-4.

Oleh karena itu, katanya, ia terus mendorong agar penerima KUR benar-benar bisa naik kelas atau bergraduasi. Makanya, pengawasan yang dilakukan harus diperketat sehingga pemanfaatan dananya benar-benar sesuai dengan tujuan awal peminjamannya.

“Kami juga mendorong proses graduasi, yaitu mendorong debitur yang sudah berkembang untuk mengakses fasilitas komersial atau pindah ke segmen yang lebih tinggi. Di Mei 2024, 49 persen debitur kami sudah tergraduasi ke segmen yang lebih tinggi atau segmen komersial,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Ferry menyampaikan bahwa pemerintah mendorong pemanfaatan KUR di sektor produksi. Hal ini tercermin dari data bahwa hingga 30 September 2024, sebanyak 57 persen KUR disalurkan untuk sektor produksi.

Sementara, dari segi inklusivitas keuangan, pemerintah mencatat penerima perempuan mencapai 49 persen dari total penerima KUR.

“Selain itu, kami terus memantau sebaran penerima KUR di daerah 3T, dengan 1,3 persen dari total penyaluran diterima oleh daerah tertinggal,” terang Ferry.

Adapun sejak 2015 sampai dengan 31 Oktober 2024, pemerintah mencatat outstanding KUR sebesar Rp490 triliun yang disalurkan untuk 48,63 juta debitur.

"Secara agregat, program KUR berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan penyerapan tenaga kerja yang juga cukup baik, yaitu 3 orang per Rp1 juta yang disalurkan. Kami berharap di 2024 dapat mencapai target penyaluran KUR sebesar Rp246,88 triliun dan terus melanjutkan pencapaian ini hingga akhir tahun," ujarnya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved