Amerika Serikat
Pilpres AS: TPS Belum Dibuka, Para Pemilih Sudah Antre
Di ibu kota Washington DC, warga sudah mengantre untuk menggunakan hak pilih sebelum TPS-TPS dibuka.
POS-KUPANG.COM, WASHINGTON - Jutaan warga Amerika Serikat berbondong-bondong menuju tempat-tempat pemungutan suara untuk memilih, antara lain, presiden dan wakil presiden AS 2025-2029. Kandidat presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris dan kandidat Partai Republik Donald Trump sama-sama memprediksi dirinya bakal meraup kemenangan.
Namun, karena ketatnya persaingan angka dukungan terhadap keduanya, pemenang pilpres diperkirakan baru diketahui beberapa hari setelah pemungutan suara. Trump telah memberikan sinyal untuk melawan, jika ia kalah, seperti yang dilakukannya pada pemilu 2020.
Di ibu kota Washington DC, dari pengamatan Kompas, antusiasme pemilih untuk menggunakan hak pilih terlihat di tempat pemungutan suara (TPS) Stead Recreation Center. Sebelum TPS itu dibuka pukul 07.00 waktu setempat, warga sudah mengantre.
Sebagian dari mereka mengaku memilih pagi hari agar tidak terlambat masuk kerja. Semakin siang, antrean bertambah panjang hingga tepi jalan.
John Mcguiness, seorang difabel lanjut usia, menuturkan baru pertama kali menggunakan hak pilih. Ia datang berjalan kaki sendirian dari rumahnya sejauh hampir 1 kilometer ke TPS tersebut. Emily Eason (25), karyawan, mengatakan, ia sengaja datang awal karena harus masuk kerja pukul 08.00.
Ditanya soal pilihannya, beberapa pemilih terang-terangan menyebutkan figur capres pilihannya. Mcguiness dan Eason mengaku memilih Harris.
”Pemilu ini sangat penting dan mengubah pikiran saya. Donald Trump sangat berbahaya bagi negeri kami, sementara Kamala Harris memenuhi kualifikasi (memimpin negeri ini). Ini pemilu darurat,” kata Mcguiness.
Eason menyatakan antipati pada Trump terkait rekam jejaknya menolak hasil pemilu 2020. Sebagai pemilih Harris, ia mengaku menerima jika Trump yang terpilih. ”Saya menerima karena seperti itulah demokrasi dan peralihan kekuasaan seharusnya berjalan damai,” ujarnya.
Baca juga: Pennsylvania Akan Perkuat Kemenangan Kamala Harris Tapi Trump Tidak Akan Menyerah dengan Mudah
Trump berencana memilih di rumahnya di Florida. Ia akan menantikan hasil penghitungan suara di kompleks Mar-a-Lago sebelum menghadiri kumpulan di sebuah convention center terdekat.
Adapun Harris telah menggunakan hak pilih melalui pos di kampung halamannya di California. Ia akan menghadiri kumpulan di almamaternya, Howard University di Washington.
Haris (60) akan menjadi perempuan pertama dan berkulit hitam serta warga keturunan Asia Selatan pertama yang akan menjadi presiden AS jika terpilih. Sementara Trump (78), jika terpilih, bakal menjadi presiden tertua saat terpilih.
Momentum
Optimisme bakal meraih kemenangan disampaikan Harris maupun Trump pada kampanye hari terakhir, Senin. Di Negara Bagian Pennsylvania, Harris berkampanye dengan dukungan selebritas, seperti Lady Gaga dan Oprah Winfrey, di kota Philadelphia. Dua pesohor itu tampil lebih dulu di panggung sebelum Harris.
”Momentum ada di pihak kita,” kata Harris kepada para pendukungnya. ”Kita akan menang! Kita akan menang!” sahut pendukung Harris.
”(Senin) malam ini, kita akhiri (kampanye) sambil memulai dengan optimisme, dengan energi, dengan kegembiraan,” ujar Harris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/PILPRES-AMERIKA-SERIKAT_0534.jpg)