Doa Setelah Sholat

3 Doa Paling Dianjurkan Setelah Sholat Taubat, Ada Sayyidul istighfar untuk Mohon Ampunan Allah SWT

3 Doa Paling Dianjurkan Setelah Sholat Taubat, Ada Sayyidul istighfar untuk Doa Mohon Ampunan Allah SWT

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
BANGKAPOS.COM
Ilustrasi membaca Doa Setelah Sholat Taubat - 3 Doa Setelah Sholat Taubat, ada Sayyidul Istighfar untuk mohon ampunan Allah SWT. 

POS-KUPANG.COM - Doa Setelah Sholat Taubat merupakan doa yang dipanjatkan setelah mendirikan Sholat Taubat dua rakaat. 

Doa Setelah Sholat Taubat merupakan Doa Mohon Ampunan Allah SWT setelah melakukan dosa baik dosa kecil maupun dosa besar. 

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda. “Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla menetapkan satu ketetapan sebelum menciptakan makhluk yang berisi: sesungguhnya rahmat-Ku jauh melampaui kemurkaan-Ku. Dan itu tercatat di sisi-Nya di atas ‘arsy.” (HR. Bukhari no. 7554).

Sebagai bentuk dari kepatuhan dan keinginan kita untuk bertaubat kepada Allah SWT, sekiranya kita membaca doa setelah sholat taubat. Terdapat beberapa doa yang bisa menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk memohon ampunan (seperti dari perbuatan dosa zina, zalim kepada orang lain) dan taubat kepada Allah SWT serta menguatkan keimanan dan ketakwaan.

Baca juga: Disebut Waktu Terbaik untuk Berdoa, Ini Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud lengkap dengan Artinya

Berikut 3 Doa Setelah Sholat Taubat mohon ampunan Allah SWT.

1. Lafal tobat Nabi Adam as dan Siti Hawa atau pengakuan kesalahan keduanya yang diabadikan dalam Surat Al-A‘raf berikut ini.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Rabbanā zhalamnā anfusanā. Wa illam taghfir lanā wa tarhamnā, lanakūnanna minal khāsirīna.

Artinya:
Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri sendiri. Jika Kau tidak mengampuni dan menyayangi kami, niscaya kami termasuk hamba-Mu yang merugi (Surat Al-A‘raf ayat 23).

2. Nabi Muhammad saw seperti diriwayatkan oleh sahabat Abu Musa Al-Asy‘ari membaca doa berikut ini.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيْئَتِي وَجَهْلِي، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي؛ وَخَطَئِي وَعَمْدِي؛ وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ، وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Allāhummaghfir lī khathī’atī wa jahlī, wa isrāfī fī amrī, wa mā anta a‘lamu bihī minnī. Allāhummaghfir lī jiddī wa hazlī, wa khatha’ī wa ‘amdī. Wa kullu dzālika ‘indī. Allāhummaghfir lī mā qadamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu, wa mā a‘lantu, wa mā anta a‘lamu bihī minnī. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru, wa anta ‘alā kulli syai’in qadīrun.

Artinya:
Tuhanku, ampuni lah kekeliruan dan kebodohanku, kelewatan batas ku dalam sebuah hal, dan dosaku yang mana Kau lebih tahu dariku. Tuhanku, ampuni lah dosaku dalam serius dan gurauan ku, kekeliruan dan kesengajaan ku. Apa pun itu semua berasal dariku. Tuhanku, ampuni lah dosaku yang terdahulu dan terkemudian, dosa yang ku sembunyikan dan ku nyatakan, dan dosa yang mana Kau lebih tahu dariku. Kau maha terdahulu. Kau maha terkemudian. Kau maha kuasa atas segala sesuatu (HR Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Dibaca Sebagai Doa Setelah Sholat Jumat, Berikut Keistimewaan 4 Surat Pendek dalam Alquran Ini

3. Sayyidul istighfar

Setelah sholat taubat dan membaca doa-doa dianjurkan untuk membaca lafal yang disebut dengan “sayyidul istighfar,” yang umumnya dibaca setelah bacaan doa taubat nasuha di atas selesai dibaca.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ


Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.

Artinya:
Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakan ku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuan ku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang ku perbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampuni lah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau. (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta)." (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved