Pilkada Ende

Debat Pilkada Ende, Paket Deo-Do Ungkap Visi Besar Pengembangan Sektor Perikanan dan Kelautan

paket Deo-Do juga berkomitmen meningkatkan infrastruktur dan suprastruktur pendukung serta pemberdayaan masyarakat.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
Pasangan calon bupati dan wakil bupati Ende pada Pilkada tahun 2024, Yosep Benediktus Badeoda dan dr Dominikus Minggu Mere saat debat kedua, Sabtu, 2 November 2024 di Aula Paroki Onekore. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE - Dunia kelautan dan perikanan di Kabupaten Ende merupakan salah satu target pengembangan sektor ekonomi utama.

Dengan areal laut yang luas di wilayah Utara dan Selatan sejatinya membuat Kabupaten Ende kaya akan hasil laut. Dari total 21 kecamatan di wilayah itu, terdapat empat kecamatan di pesisir utara dan 10 kecamatan di pesisir selatan yang masyarakatnya menggantungkan hidupnya dari laut.

Melihat potensi yang cukup besar di sektor perikanan dan kelautan, pasangan calon bupati dan wakil bupati Ende pada Pilkada tahun 2024, Yosep Benediktus Badeoda dan Dominikus Minggu Mere atau yang lebih dikenal dengan Paket Deo-Do, berkomitmen mengelola sumber daya kelautan secara berkelanjutan.

Selain itu, paket Deo-Do juga berkomitmen meningkatkan infrastruktur dan suprastruktur pendukung serta pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: Pilkada Ende, KPU Harap Debat Kedua Jadi Ruang Edukasi untuk Pemilih 

"Dengan program inovasi adalah peningkatan teknologi penangkapan dan budi daya laut, pengembangan olahan hasil laut, pengembangan sistem pemasaran hasil laut yang terpadu dan berbasis digital," kata Yosep Benediktus Badeoda, Calon Bupati Ende nomor urut 1 saat debat kedua, Sabtu, 2 November 2024.

Dia juga mengatakan paket Deo-Do juga akan fokus memperhatikan sampah di kawasan pantai dan laut serta perlindungan biota laut serta Eko wisata laut berbasis masyarakat dan juga melakukan pendampingan nelayan lokal.

Menanggapi pernyataan Yosep Benediktus Badeoda, Calon Bupati Ende nomor urut 2, Erik Rede mengatakan, dirinya belum melihat strategi untuk meningkatkan produksi ikan agar swasembada ikan bisa terwujud.

"Ini yang belum disampaikan lebih terbuka dalam program-program yang konkret untuk bisa mendapatkan swasembada pangan khususnya di bidang kelautan dan perikanan, saya belum melihat strategi itu, tadi yang disampaikan lebih kepada pengelolaan yang setelah panen tapi saat ini kita masih mengalami kekurangan produksi ikan," kata Erik Rede.

Sementara itu, tanggapan atas pernyataan Yosep Benediktus Badeoda tersebut , Calon Bupati Ende nomor urut 3, Djafar Ahmad mengatakan, dirinya belum melihat strategi untuk menghidupi kehidupan para nelayan.

"Dari nelayan ke papa lele, terus belum adanya TPI dan saya belum melihat pembiayaan di sektor perikanan, karena itu sudah di ambil Pemprov, maka saya belum melihat pembiayaan di sektor perikanan dan kelautan menuju peningkatan ekonomi masyarakat," tanggap mantan Bupati Ende ini.

Meski mengkritisi strategi dan program paket Deo-Do terkait pengelolaan perikanan dan kelautan namun Djafar Ahmad memberikan apresiasi kepada Yosep Benediktus Badeoda karena sudah memberikan penjelasan yang cukup baik.

Senada dengan dua calon bupati lainnya, Calon Bupati Ende nomor urut 4, Laurentius Dominicus Gadi Djou menyebut strategi dan program kerja paket Deo-Do di sektor perikanan dan kelautan belum membooming.

"Karena karakter antara pantai Utara dan Selatan itu berbeda, nah program itu harus sampai mampu untuk meningkatkan produktivitas perikanan menuju swasembada ikan dan lebih bisa operasional," ujar Lori Gadi Djou.

Yosep Benediktus Badeoda yang kembali diberi kesempatan untuk memberikan jawaban atas tanggapan ketiga calon bupati itu mengatakan, apabila ketiganya mendengar pemaparan program dan strategi peningkatan sektor perikanan dan kelautan yang seharusnya sudah cukup jelas.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved