Pilkada Jakarta 2024

Kun Wardana Optimis Menang Kendati Hasil Survei Tak Terlalu Menggembirakan

Kun Wardana, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Nomor Urut 2  optimis bakal menang di Pilkada Jakarta 2024 walau hasil survei berada di urutan terbawah.

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
TETAP OPTIMIS – Kun Wardhana, calon wakil gubernur DKI Jakarta tetap merasa optimis akan memenangkan Pilkada Jakarta 2024 walau sejumlah survey selalu menempatkan pasangan itu berada pada urutan terbawah. 

POS-KUPANG.COM – Kun Wardana, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Nomor Urut 2  optimis bakal menang di Pilkada Jakarta 2024. Optimisme itu muncul pada saat hasil jajak pendapat yang dilakukan sejumlah lembaga survey justeru menempatkannya berada pada urutan terbawah dari tiga kandidat yang sedang berkontestasi saat ini.

Fakta memperlihatkan bahwa hasil survey yang diumumkan selama ini senantiasa menempatkan pasangan Dharma PongrekunKun Wardhana pada posisi paling bawah. Sementara posisi teratasnya adalah Ridwan Kamil-Suswono disusul Pramono Anung-Rano Karno.

Atas hasil survey tersebut, Kun Wargada tidak terlalu memperdulikannya. Ia bahkan menyangsikan sejumlah survei yang sudah dirilis, karena masih banyak warga Jakarta sesungguhnya belum menentukan pilihan, yakni mencapai 40 persen

"Jadi saya membaca ada satu artikel yang menyampaikan bahwa 41 persen warga itu masih belum menentukan pilihan apakah 1 2 atau 3," kata Kun saat wawancara ekslusif, di Studio Tribun Network, Tanah Abang Jakarta Pusat pada Kamis 31 Oktober 2024.

"Jadi saya mengacu pada hal itu. Bahwa kami tetap optimis. Kita ingin yang tadi belum punya Keputusan, nantinya memilih kami," sambungnya. 

Kun juga mengatakan, bahwa pihaknya akan terus menyasar pemilih Generasi Z di Pilkada Jakarta. 

"Selama waktu 3 minggu ke depan ini tetap sasar warga Jakarta khususnya Gen Z  Millienal yang jumlahnya cukup besar. Jadi terus menerus yang penting optimis," pungkasnya. 

Sebagai informasi, Lembaga LSI Denny JA merilis hasil survei Pilkada Jakarta 2024.

 Hasilnya, paslon nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono unggul tipis dari paslon nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno.

Dalam survei itu,  Ridwan Kamil-Suswono meraih 37,4 persen, Dharma Pongrekun-Kun Wardana sebesar 4 persen dan pasangan Pramono Anung-Rano Karno sebesar 37,1 persen. Sebanyak 21 persen responden menjawab tidak tahu

Survei tersebut dilakukan periode 16 hingga 22 Oktober. 

Hasil survei menunjukkan, Ridwan Kamil-Suswono bersaing ketat dengan Pramono Anung-Rano Karno. berikut hasil surveinya:

Jumlah responden sebanyak 800 orang.

Metode survei yang dilakukan yakni multi stage random sampling dengan margin of error +- 3,5 persen. Wawancara dilakukan tatap muka dengan responden menggunakan instrumen kuesioner.

Sementara dari hasil survei Poltracking yang dirilis pad Kamis 24 Oktober 2024 - Dharma Pongrekun-Kun Wardana hanya meraih elektabilitas 3,9 persen, jauh di bawah pasangan Ridwan Kamil-Suswono: 51,6 persen dan Pramono Anung-Rano Karno yang 36,4 persen

Sedangkan yang tidak menjawab sebanyak 8,1 persen

Survei ini dilakukan pada 10-16 Oktober 2024 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling.

Sampel pada survei ini adalah 2000 responden dengan margin of error sekitar 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Klaster survei menjangku enam kabupaten/kota di Jakarta secara proporsional berdasarkan data jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 2024.

Sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.

Lalu pengumpulan data dilakukan pewawancara terlatih lewat wawancara tatap muka dengan menggunakan teknologi aplikasi terhadap responden yang sudah terpilih secara acak.

Dapat Banyak Pelajaran Kehidupan Masyarakat Kelas Bawah

Sebelumnya, Kun Wardana Abyoto mengaku bisa mengambil pelajaran dari paslon lain saat debat kedua Kandidat Pilgub DKI di Hotel Beach City International Ancol, Jakarta Utara, Minggu 27 Oktober 2024 malam.

Kun Wardana mengatakan, dirinya semakin memahami kondisi kesulitan masyarakat Jakarta di kalangan bawah.

Ia menyatakan, bahwa tingkat kesulitan masyarakat Jakarta karena setiap bulannya ada sekira 7.900 pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Bayangkan kalau mereka punya cicilan, tidak punya pendapatan, itu kan menjadi satu tingkat stres tersendiri," kata Kun, Selasa 29 Oktober 2024.

Kun mengaku akan terus membina Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jakarta agar bisa membuka lapangan pekerjaan.

Hal itu, diyakini oleh Kun sebagai langakah nyata untuk mengurangi angka pengangguran di Jakarta.

"Saya sih melihat ini sangat penting. Kemudian kami juga kami debat soal pendidikan, kesehatan dan ini temanya krusial banget," tegasnya.

Oleh karena itu, dalam debat yang dinilai krusial Kun lebih menonjolkan pembahasan soal buruh salah satunya ojol.

Sebab, selama ini para pekerja ojol tidak mendapatkan BPJS, jaminan sosial lainnya dan mengalami pemotongan pendapatan oleh pihak aplikasi.

Baca juga: Pasca Temui Presiden Prabowo, Ridwan Kamil Lalu Minta Nasihat Jokowi

Baca juga: Jokowi Puji Ridwan Kamil: Gagasan Besarnya untuk Jakarta Sudah Sangat Jelas

"Kami akan membuat insentif tanpa potongan, mereka kan biasanya luar biasa tuh potongannya 20 sampai 30 persen."

Kami akan pangkas itu. UMP juga akan kami perhatikan karena selama ini kan berbasis pertumbuhan ekonomi dan deflasi padahal itu tidak mereflesikan kehidupan di bawah," imbuhnya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved