Kamis, 4 Juni 2026

Undana

Lembaga Sensor Film Gelar Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri di Undana

Kepala Komisi 2 LSF RI, Dr. Ervan Ismail menyampaikan tidak semua film yang beredar di luar melalui proses sensor, hal ini dapat menimbulkan terpaparn

Tayang:
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi gerakan nasional “Budaya Sensor Mandiri” di Undana. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi gerakan nasional “Budaya Sensor Mandiri” di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Acara yang bertema “Memajukan Budaya, Menonton Sesuai Usia” ini berlangsung di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana (FKIP Undana), pada Selasa 29 Oktober 2024.

Kepala Komisi 2 LSF RI, Dr. Ervan Ismail menyampaikan tidak semua film yang beredar di luar melalui proses sensor, hal ini dapat menimbulkan terpaparnya konten pornografi.

“Saya menyadari film sebagai media yang diakses banyak kalangan. Namun, tidak semua film yang beredar di luar sana telah melalui proses sensor, sehingga dapat memicu terpaparnya konten pornografi dan kekerasan yang berlebihan. Selain itu ada dampak buruk bagi mental penonton yang tidak sesuai usia. Oleh karena itu, saya harap dengan terlaksananya sosialisasi ini masyarakat disini bisa lebih cerdas lagi dalam mencari tontonan yang berkualitas,” ujarnya.

Ervan berharap adanya sosialisasi ini, Lembaga Sensor Film berharap masyarakat NTT dapat meningkatkan budaya sensor mandiri dalam memilih dan memilah tontonan yang sesuai, sehingga tercipta industri perfilman yang berkualitas dan mendidik.

Baca juga: Undana Kunjungan Kerja ke JCU Australia

Kegiatan sosialisasi ini diisi oleh tiga pembicara yang berkompeten di bidangnya, yaitu Dr. Zaqia Ramallah M.Sn, yang membawakan materi terkait budaya sensor mandiri, Hadi Artomo, M.Sn, membawakan materi tentang penyensoran film dan iklan film serta Crispianus M.K. Sableku mewakili Komunitas Film Kupang yang turut hadir sebagai pemateri dalam menyampaikan tentang peran komunitas film dalam mengembangkan dan mensensorkan film”. 

Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari 9 fakultas di Universitas Nusa Cendana, pelajar SMP dan SMA di Kota Kupang, serta beberapa komunitas terkait. Turut hadir Wakil Rektor II Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, yang mewakili Rektor. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi pihak LSF RI atas terselenggaranya acara ini di NTT. 

Paul berharap kegiatan sosialisasi ini dapat membantu seluruh peserta memahami pentingnya memilih dan memilah film untuk ditonton sesuai usia. (cr19)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved