Pilkada Jakarta 2024

Pramono Anung Tak Gubris Guyonan Soal Janda Kaya: Politik Itu Riang Gembira

Pramono Anung kandidat gubernur DKI Jakarta tak menggubris sama sekali guyonan lawan politik perihal pernikahan janda kaya dengan pemuda pengangguran.

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
RIANG GEMBIRA – Pramono Anung tak ingin terpengaruh oleh isu yang dihembuskan lawan politik. Ia fokus pada gaya politik riang gembira yang kini sedang dijalaninya. 

POS-KUPANG.COM — Pramono Anung kandidat gubernur DKI Jakarta tak menggubris sama sekali guyonan lawan politik perihal pernikahan janda kaya yang kini jadi bahan konsumsi publik. Ia menegaskan bahwa ia menjalani politik dengan riang gembira.

"Politik saya itu riang gembira. Dan, saya tidak mau menari-nari di tempat hal yang tidak perlu saya menari," jelas Pramono di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa 29 Oktober 2024.

Sekarang ini, kata Politisi PDIP tersebut, dirinya fokus pada kampanye program. Dan, tidak ingin terpengaruh oleh isu apa pun yang dilempar rival politiknya.

"Saya tetap riang gembira, fokus pada apa yang saya lakukan," imbuhnya.

Sementara itu, Calon wakil gubernur Jakarta nomor urut 3 Rano Karno atau biasa disapa Bang Doel mengaku terkejut dengan pernyataan Suswono. Ia pun menduga, jawaban itu terlontar bukan di forum resmi. 

"Kalau saya yakin mungkin beliau bercanda ya, kan kita tahu kan Pak Siswono tidak bicara di forum yang serius, seperti itu. Ya walaupun jujur saya juga membaca agak terkejut juga," kata Bang Doel belum lama ini.

"Tapi ini pasti bercanda, enggak mungkin. Beliau kan kita tahu ya apa namanya, tahu tentang sejarah. Jadi saya menganggapnya mungkin apa ya, candaan saja. Mudah-mudahan tidak sampai dipahami sebagai pelecehan ataupun penistaan," ujar dia.

Suswono Minta Maaf atas Polemik Pernyataanya di Pertemuan dengan Relawan Bang Japar

Suswono meminta maaf atas polemik yang timbul akibat pernyatanya dalam pertemuan dengan Relawan Bang Japar.

"Saya menyadari bahwa pernyataan saya dalam pertemuan dengan relawan Bang Japar telah menimbulkan polemik, atas hal itu saya meminta maaf, sekaligus mencabut pernyataan tersebut" ungkap Suswono dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, pernyatan tersebut ia sampaikan dalam konteks bercanda menanggapi celetukan salah satu warga dalam sebuah sosialisasi. 

Tidak ada maksud sama sekali menyinggung tentang janda apalagi Manusia Agung sepanjang zaman, Rasulullah SAW. Yang menjadi teladan dalam setiap kehidupan saya.

"Namun, saya akui jika guyonan tersebut kurang tepat dan bijaksana. Apapun penjelasannya, saya sepenuhnya mengakui kesalahan saya. Guyonan tersebut meskipun dimaksudkan untuk menyampaikan kepedulian kepada anak yatim dan para janda serta pemuda di Jakarta, jelas tidak pada tempatnya," imbuhnya.

Suswono menegaskan perbincangan terkait polemik yang terjadi bukan merupakan bagian dari program RIDO.

”Saya tegaskan bahwa hal itu bukan bagian dari program RIDO. Kami berkomitmen pada program pemberdayaan kelompok lemah dan rentan," kata dia.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved