Pilkada Ende

Debat Pilkada Ende, Djafar-Sani Perjuangkan Hak Penyandang Disabilitas

Kehadiran mereka tidak hanya membawa visi yang inklusif, tetapi juga menunjukkan solidaritas kuat dalam memperjuangkan hak penyandang disabilitas.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
Pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 3, Djafar Ahmad dan Yustinus Sani kompak mengenakan baju berwarna putih saat debat perdana Pilkada Ende, Rabu, 16 Oktober 2024. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE– Isu hak penyandang disabilitas juga menjadi sorotan  dalam debat perdana Pilkada Ende Rabu , 16 Oktober 2024 di Hotel Flores Mandiri.

Pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 3, Djafar Ahmad dan Yustinus Sani, menegaskan komitmen mereka untuk memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas yang sering terabaikan, khususnya dalam hal akses kerja dan ekonomi.

Kondisi sulit yang dialami para penyandang disabilitas di Indonesia, termasuk di Kabupaten Ende, sangat bertentangan dengan amanat UUD 1945 yang menjamin hak bekerja bagi seluruh rakyat. 

Djafar, yang juga mantan Bupati Ende, berjanji akan menyediakan akses kerja yang layak dan fasilitas yang sesuai bagi penyandang disabilitas di setiap sektor, baik pemerintah maupun swasta.

"Mereka juga anak-anak bangsa kita. Tidak ada perbedaan antara mereka dengan kita. Hak mereka harus dipenuhi, baik di bidang hukum, ekonomi, maupun sosial," tegas Djafar.

Selain itu, Djafar berjanji untuk mendorong penyandang disabilitas menjadi pelaku UKM dan memastikan bahwa mereka mendapatkan akses ke pasar yang mendukung keberlanjutan ekonomi mereka.

"Mereka tidak hanya membutuhkan lapangan kerja, tetapi juga akses untuk menjadi pelaku usaha yang mandiri. Kita harus menyediakan pasar untuk produk-produk mereka," tambahnya.

Sementara itu, Yustinus Sani, calon wakil bupati nomor urut 3, turut menekankan pentingnya memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas. 

Menurut Yustinus, infrastruktur di Kabupaten Ende saat ini belum sepenuhnya ramah terhadap penyandang disabilitas. 

Oleh karena itu, dia berkomitmen untuk memperbaiki kondisi tersebut dan membuka peluang bagi penyandang disabilitas melalui pelatihan kerja.

"Sebelum kita bicara soal lapangan kerja, kita harus pastikan infrastrukturnya ramah bagi mereka. Pemerintah harus hadir, memberikan pelatihan, dan bekerja sama dengan pihak swasta untuk menjadikan mereka 'anak angkat' atau 'bapa angkat'," ungkap Yustinus, mantan Dirut PDAM Tirta Kelimutu Ende ini.

Baca juga: Debat Pertama KPU Ende Hadirkan Tiga Panelis


Menurut Yustinus, permasalahan penyandang disabilitas harus menjadi diskusi publik yang melibatkan semua pihak, bukan hanya pemerintah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan sektor swasta sebagai eksekutor utama dalam menyediakan dukungan bagi penyandang disabilitas.

Penampilan Solid Djafar-Sani

Pasangan Djafar Ahmad dan Yustinus Sani tampil kompak mengenakan baju putih dalam debat Pilkada Ende kali ini.

Kehadiran mereka tidak hanya membawa visi yang inklusif, tetapi juga menunjukkan solidaritas kuat dalam memperjuangkan hak penyandang disabilitas.

Debat kali ini diwarnai dengan diskusi-diskusi hangat terkait isu-isu sosial yang menjadi perhatian publik. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved