Wisata NTT

Wisata NTT,  Menyusuri Waewina, Keajaban Sungai Bawah Gunung di Flores 

Berbagai keajaiban alam tersaji di Pulau Flores , Provinsi Nusa Tenggara Timur .Dan, salah satu surha tersembunyi adalah sungai Weawina  yang mempeso

Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
(KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR)
Menyusuri air Sungai Waewina di Kampung Lambaleda, Desa Tengkuleda, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur. 

POS KUPANG.COM --  Berbagai keajaiban alam tersaji di Pulau Flores , Provinsi Nusa Tenggara Timur .
Dan, salah satu surha tersembunyi adalah sungai Weawina  yang mempesona

Dan, sangat menakjubkan , ada sungai di bawah gunung sepanjang tiga kilometer hanya ada di Kampung Lambaleda, Desa Tengkuleda, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur. 

Sungai bawah gunung itu berada di Sungai Waewina. Warga masyarakat Lambaleda menyebut sungai bawah gunung itu yang juga termasuk gua alam bawah gunung itu adalah Werwitu. 

Sungai bawah gunung yang juga termasuk goa alam di bawah gunung pada bagian hulunya atau pintu mengalirnya air sungai disebut Werwitu. 

Sementara di bagian hilirnya atau air sungai keluar disebut Cing Coleng . Hanya masyarakat lokal di Kecamatan Lambaleda yang mengetahui keunikan air sungai di bawah gunung Cing Coleng

Sejumlah jurnalis penah ditantang menyusuri Sungai Waewina untuk melihat dan menyaksikan langsung keunikan air sungai yang mengalir di bawah gunung. 

Baca juga: Wisata NTT, Pesona  Pantai Abudenok  yang Menggoda di Kabupaten Malaka, NTT

Baca juga: Wisata NTT, Pesona  Pantai Abudenok  yang Menggoda di Kabupaten Malaka, NTT

 

Bahkan insting jurnalis untuk menerima tantangan secara spontan keluar untuk pergi melihat langsung keunikan dan keajaiban goa alam yang dialiri air itu. 

Selama perjalanan pulang bersama dengan sopir bagian Humas Kabupaten Manggarai Timur, Om Fabianus Nurung bercerita tentang keunikan air sungai yang mengalir di bawah gunung. 

Tiba-tiba dalam kendaraan secara spontan menyepakati untuk mengunjungi lokasi wisata tersebut. Nah, sampai di depan gedung SMAN Lambaleda, rombongan menanyakan informasi kepada masyarakat yang sedang bekerja membersihkan rumput di ladang tentang jalan masuk menuju ke goa alam Werwitu. 

Berbekal informasi singkat dari warga masyarakat itu, rombongan memarkirkan kendaraan di pinggir jalan dan berjalan ke depan asrama SMAN Lambaleda. 

Dari asrama, kami dipandu oleh dua siswa SMAN Lambaleda, yakni Emilianus Igu dan Basilus Balawato. Kedua siswa ini bersama dengan sejumlah rekannya mengetahui lokasi goa itu dan jalan masuknya. 

Kami melewati Sungai Waewina, di mana aliran sungai itu sebagai tempat mandi dari anak-anak asrama Lambaleda. Sesudah itu, rombongan pertama melewati sebuah persawahan dan rombongan kedua berjalan di pinggir sungai. 

Awalnya, kami menuju ke sebuah goa yang berada di bukit, namun, karena tanahnya licin dan pada musim hujan membuat rombongan mengurungkan niat untuk masuk ke goa tersebut. Sesudah itu, kami menyusuri pinggiran sungai menuju ke Goa Werwitu. 

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, rombongan bersama dengan dua siswa itu tiba di pintu masuk goa. 

Saat itu air Sungai Waewina mengalir sangat deras karena musim hujan. Setiba di depan pintu masuk goa, rombongan berhenti sejenak sambil mengabadikan keindahan dan keunikan goa tersebut dengan kamera. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved