Pilgub NTT

Hasil Survei Indikator Politik Indonesia Tak Banyak Berubah Hingga Pemungutan Suara Pilgub NTT

Dia menyebut, kemungkinan faktor seperti ini membuat elektabilitas dari Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto terus mengalami peningkatan

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Pakar Ilmu Politik Undana, Dr Rudi Rohi saat menjadi penanggap dalam rilis survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pakar Ilmu Politik Undana, Dr Rudi Rohi mengatakan hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia untuk Pilgub NTT, tidak akan banyak berubah hingga pelaksanaan pemungutan suara akhir November 2024.

Rudi Rohi menyampaikan itu saat menjadi penanggap dalam rilis survei yang digelar Indikator Politik Indonesia, periode survei 26 September hingga 5 Oktober 2024 di 22 kabupaten/kota di NTT. 

Menurut dia, dalam survei sebelum Yohanis Fransiskus Lema saat belum memiliki pasangan calon wakil gubernur, elektabilitasnya berada dibawa Melki Laka Lena. 

"Saya kira ini juga signifikan juga untuk Simon Petrus Kamlasi ketika sejak awal menentukan pasangan tapi belum memulai kerja-kerja politik secara masif, mereka elektabilitasnya juga rendah," katanya, Rabu 9 Oktober 2024.

Namun, temuan survei Indikator Politik Indonesia terbaru ini dan sudah ditetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT, elektabilitas para pasangan calon mulai menemui trend. 

Survei itu kemudian menemukan capaian dari Ansy Lema - Jane Natalia Suryanto meskipun jarak dengan pasangan calon lain belum diatas 10 persen. Rudi Rohi menanggapi terbelahnya partai pengusung dan pendukung pasangan calon. 

"Ada yang menarik bahwa, Jane itu setelah keluar dari PSI tetapi sebagian besar pendukung Jane itu tetap ada di Jane. Padahal kita tahu PSI itu koalisi ke  Melki - Johni, tapi sebagian besar pendukung PSI justru memilih ke Ansy dan Jane," katanya. 

Sebaliknya, Hanura yang sebetulnya berada dalam koalisi Ansy - Jane, justru pendukung terbesarnya memberikan dukungan ke Simon Kamlasi - Andre Garu. Hal itu menunjukkan fenomena yang menarik. 

Sementara partai besar seperti PDI Perjuangan dan Golkar, mulai terlihat mayoritas pendukung memberikan pilihan ke pasangan calon yang diusung partai itu. 

"NasDem itu mengusung Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu, tetapi kalau kita melihat hasil survei ini, pendukung terbesarnya itu justru memberikan dukungan kepada Ansy dan Jane. Ini menjadi menarik karena Ansy dan Jane kemudian, kehilangan sebagian suara dari Hanura, tapi mereka berhasil mencuri suara dari pendukung PSI dan NasDem," ujarnya. 

Dia menyebut, kemungkinan faktor seperti ini membuat elektabilitas dari Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto terus mengalami peningkatan. 

Baca juga: Catatan Pengamat Politik Tentang Survei Indikator Politik Indonesia untuk Pilgub NTT 

Selain itu, variabel pemilih perempuan justru ada di Ansy Lema - Jane Natalia Suryanto. Rudi Rohi menduga sosok Jane Natalia Suryanto sebagai representasi perempuan ikut berpengaruh dalam menjaring para pemilih kelompok perempuan. 

Rudi Rohi juga melihat kelompok pemilih pemula yang sebagian besar berada di Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto.

Meski begitu, kondisi itu masih sangat dinamis. Sebab, segmen pemilih seperti mahasiswa itu sebetulnya ada di Melki Laka Lena. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved