Breaking News
Sabtu, 11 April 2026

Berita Kota Kupang

Antisipasi Peredaran Hoax di Masyarakat, Mafindo Kupang Kampanyekan Prebunking 

untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, serta sebagai upaya mengantisipasi peredaran hoax di masyarakat,

|
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) wilayah Kupang mengadakan kampanye prebunking di Arena Car Free Day. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar secara serentak di seluruh tanah air pada 27 November 2024 mendatang, media sosial dimanfaatkan sebagai salah satu wadah untuk kampanye.

Mengantisipasi peredaran hoax di masyarakat, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) wilayah Kupang mengadakan kampanye prebunking.

Kampanye ini dilaksanakan di Arena Car Free Day pada Sabtu, 5 Oktober 2024 melibatkan relawan Mafindo wilayah Kupang dan seluruh masyarakat Kota Kupang.

Arena Car Free Day dipilih sebagai lokasi kampanye karena mampu menjangkau masyarakat luas. Mafindo juga menyiapkan permainan ular tangga yang lengkap dengan edukasi anti hoax. Masyarakat yang ikut bermain bisa mendapat informasi dan cara menangkal hoax.

Baca juga: Opini: Pilkada 2024, Jadilah Pemilih Cerdas

Koordinator Mafindo Wilayah Kupang, Maria V. D. Pabha Swan menyampaikan kampanye prebunking ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat.

“Kami mengadakan kampanye prebunking tujuannya adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, serta sebagai upaya mengantisipasi peredaran hoax di masyarakat,” ujarnya.

Edukasi yang disampaikan kepada masyarakat yakni cara mengecek fakta, ciri-ciri hoax, serta tools yang digunakan masyarakat untuk mencegah hoax.

Menurut Maria kampanye ini sangat penting karena berkaca dari realita yang terjadi masyarakat, jelang Pilkada.

“Kampanye ini penting karena kami melihat realita di masyarakat jelang Pilkada. Orang berkampanye dalam berbagai macam bentuk. Ada yang mengkampanyekan hal baik, tetapi banyak juga yang mengkampanyekan politik identitas. kami memahami bahwa dampak dari hoax ini bisa menyebabkan polarisasi, perpecahan, serta chaos di masyarakat,” ungkapnya.

Selain mengadakan kampanye sejumlah kegiatan untuk mengantisipasi hoax dilakukan, kegiatan tersebut antara lain dialog di RRI untuk menyuarakan kampanye damai tanpa hoax. Selain itu pada tanggal 12 dan 19 Oktober mendatang akan dilaksanakan program sekolah kebangsaan Tular Nalar serta akademi digital lansia.

“Pada program sekolah kebangsaan kami sampaikan kepada pemilih pemulah agar jangan golput, sedangkan akademi digital lansia kammi mengedukasi lansia bagaimana menggunakan media sosial yang baik,” jelas Maria.

Maria juga berpesan kepada masyarakat agar bijak menggunakan sosial media, membagikan informasi yang benar dan akurat, tidak hanya sekedar salin dan sharing tetapi mengecek kebenarannya. Untuk mengecek kebenaran suatu informasi bisa melalui website dan sosial media Mafindo dan chatbot Kalimasada. (cr19).

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved