Jumat, 10 April 2026

Puluhan Buaya Lepas dari Penangkaran, Warga Cianjur Panik

Puluhan buaya yang berada dalam penangkaran di Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terlepas.

|
Editor: Alfons Nedabang
DOK POS-KUPANG.COM
Ilustrasi buaya. 

POS-KUPANG.COM, CIANJUR - Puluhan buaya yang berada dalam penangkaran di Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terlepas.  Penyebabnya tembok penangkaran itu jebol setelah Sungai Cianjur meluap karena hujan deras pada Rabu (2/10) malam.

Buaya yang lepas bahkan masuk ke perkampungan warga yang berada di sepanjang aliran Sungai Cianjur, Kamis (3/10). Camat Cianjur, Tomtom Dani Gardiat, mengatakan, ada lima buaya yang masuk ke permukiman warga. Namun, buaya itu sudah diamankan.

"Informasi yang dihimpun sementara, di penangkaran tersebut terdapat 80 ekor buaya. Tapi sekarang jumlah yang lepas dan masih ada di penangkaran, jumlah tidak tahu," kata Tomtom.

Dia mengatakan, beberapa buaya yang lepas tersebut sudah ada yang sampai ke Kecamatan Sukaluyu. Sejumlah pihak terkait telah melakukan penyisiran untuk mengamankan buaya lepas itu.

"Saya imbau warga hati-hati dan segera melaporkan kalau ada info buaya, ke pihak terkait," ucapnya. Buaya yang lepas tersebut merupakan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah Bogor yang sedang dititipkan.

Diketahui, ada 80 ekor buaya yang terlepas dari penangkaranya. Buaya-buaya tersebut merupakan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Bogor, Jawa Barat.

"Berdasarkan BA titipan satwa liar dilindungin dari BKSDA jumlah buaya muara tersebut tercatat ada sebanyak 80 ekor," kata Tomtom.

Baca juga: Kandang Buaya Over Kapasitas, BKSDA NTT Kirim Buaya ke Penangkaran Sumatera Selatan 

Selain itu, lanjut dia, pihaknya tidak mengetahui jumlah buaya yang lepas dari tempat penangkaran tersebut seusai tembok pembatas jebol akibat meluapnya aliran Sungai Margaluyu. 

"Hingga sejauh ini kami belum dapat memastikan jumlah buaya yang lepas, tapi yang sudah berhasil ditangapkan oleh warga sebanyak 5 ekor, dan langsung dievakuasi," ucapnya.

Dia mengatakan, pihaknya saat ini mendesark pihak pengelola penangkaran untuk segera memperbaiki tembok pembatas untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.

"Kami juga sudah memerintahkan Pak lurah untuk mengimbau warga agar menjauhi area sungai, dan apabila menemukan buaya diharapkan untuk segera melapor ke aparat setempat," ucapnya.

Sementara itu Nuyan (75) pemilik penangkaran, sebanyak 80 ekor buaya tersebut dititipkan BKSDA sejak 2016 lalu. Namun setelah tembok pembatas jebol, dirinya mengakut tidak dapat memastikan jumlah buaya yang lepas.

"Kalau buaya yang lepas tidak tahu berapa, saat ini kami fokus untuk memperbaiki tembok pembatas agar buaya yang berada di dalam penangkaran tidak kembali lepas," ucapnya.

Sisi lain Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Erry Mildranaya mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim Wild Life Rescue Unit (WRU) BBKSDA Jabar dan tim Taman Safari Indonesia (TSI) ke lokasi buaya lepas.

"Saat ini tim WRU masih dalam proses penanganan. Selebihnya nanti kami akan sampaikan setelah mendapat informasi lanjutan," singkatnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved