Berita Internasional

Netanyahu Sebut Berita Gencatan Senjata dengan Hizbullah Tidak Benar, Serangan Israel Berlanjut

Amerika Serikat (AS) dan sekutunya Prancis mengusulkan penghentian pertempuran atau gencaran senjata selama 21 hari. 

|
Editor: Dion DB Putra
TANGKAPAN LAYAR AP NEWS
Asap mengepul dari serangan udara Israel di desa Kfar Rouman, terlihat dari kota Marjayoun, Lebanon selatan, Senin (23/9/2024). 

POS-KUPANG.COM, TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, berita tentang gencatan senjata antara Israel dengan Hizbullah tidak benar. 

Pernyataan PM Israel diunggah di akun media sosial X milik Benjamin Netanyahu.  "Berita tentang gencatan senjata tidak benar," tulisnya. 

Benjamin Netanyahu telah bersumpah untuk terus menyerang Lebanon dalam hal ini kelompok Hizbullah di sana.

Dikutip dari kantor berita AFP, hal senada dikatakan Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz. 

Ia mengatakan pada Kamis (26/9/2024)  bahwa tidak akan ada gencatan senjata dengan Hizbullah Lebanon

Amerika Serikat (AS) dan sekutunya mengusulkan penghentian pertempuran atau gencaran senjata selama 21 hari. 

"Tidak akan ada gencatan senjata di wilayah utara. Kami akan terus berjuang melawan organisasi Hizbullah dengan seluruh kekuatan kami hingga kemenangan dan warga di wilayah utara dapat kembali ke rumah mereka dengan selamat," kata Katz dalam unggahan di media sosial X. 

Israel Katz merujuk pada puluhan ribu warganya yang telah mengungsi agar bisa kembali di Israel utara. 

Harapan PM Lebanon 

Sementara Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati berharap gencatan senjata antara Israel dengan Hizbullah segera terwujud.

Sebab serangan Israel yang ditujukan ke kelompok Hizbullah itu menimbulkan kekhawatiran akan adanya invasi darat Israel di Lebanon

Israel sampai saat ini masih terus menyerang Hizbullah di Lebanon

Pada Rabu malam (25/9/2024), serangan Israel menghantam sekitar 75 target Hizbullah di Lembah Bekaa dan Lebanon selatan. 

Serangan itu juga menyasar fasilitas penyimpanan senjata dan peluncur siap tembak, kata militer Israel pada Kamis (26/9/2024). 

Dalam serangan mematikan terbaru, sedikitnya 23 warga Suriah, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, tewas ketika Israel menyerang sebuah gedung tiga lantai di kota Younine, Lebanon,  kata walikota kota itu, Ali Qusas, kepada Reuters.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved