Pilkada Jakarta 2024

Pramono Anung Kaget, Baru Seminggu Sosialisasi, Elektabilitasnya Melonjak Drastis, Begini Katanya

Pramono Anung, bakal calon gubernur yang diusung PDI Perjuangan mengaku sangat kaget melihat hasil survey terbaru yang dilakukan oleh lembaga survey.

Editor: Frans Krowin
KOMPAS.com/Fabian Januarius Kuwado
KAGET – Pramono Anung kaget, elektabilitasnya bersama Rano Karno melonjak hampir 30 persen padahal baru sepekan diusung PDIP dan didaftarkan di KPU untuk Pilkada Jakarta 2024. 

POS-KUPANG.COM –  Pramono Anung, bakal calon gubernur yang diusung PDI Perjuangan mengaku sangat kaget melihat hasil survey terbaru yang dilakukan oleh lembaga survey terkait Pilkada Jakarta 2024 ini.

Sekretaris Kabinet Jokowi-Maruf Amin itu tak menyangka kalau dirinya dan Rano Karno akan mendapatkan kepercayaan public yang demikian cepat. Padahal keduanya baru saja diusung oleh PDIP dan didiaftarkan ke KPU Jakarta untuk Pilkada Serentak 2024 ini.

Dia menyebutkan bahwa setelah mendaftar ke KPUD Jakarta, banyak orang berpikir kalau elektabilitas dirinya pada pekan pertama maksimal 20 persen saja.

Ternyata fakta bicara lain. Hasil survey terbaru memperlihatkan kalau elektabilitas duet yang diusung PDI Perjuangan itu mencapai 28,4 persen. Padahal pasangan tersebut belum lama diumumkan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Yang pertama, saya Alhamdulillah. Sangat Alhamdulillah. Karena apa? semua orang memperkirakan bahwa pekan pertama setelah mendaftar, kami berdua itu maksimum 20 persen, maksimum," kata Pramono saat bertemu Ahok di Semanggi, Kamis 19 September 2024.

Pramono mengaku, ketika Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok maju di Pilkada Jakarta sempat mendapatkan survei 4 persen.

Setelah mandaftarkam diri ke KPUD Jakarta, Jokowi-Ahok mendapatkan peningkatan survei menjadi 12 persen.

"Saya sendiri terkejut. Saya sendiri terkejut tidak menyangka. Karena, saya sendiri menyangka paling 20 persen," ujar Pramono.

Menurut Pramono Anung, hasil survei yang keluar saat ini tentunya akan ada perbedaan jika besok keluar lagi.

Sebab, kata Pramono, hasil survei yang keluar merupakan pengambilan angket pada 6 September 2024.

"Pasti berbeda, karena kami sudah turun keliling kemana-mana. Sehingga dengan demikian itu yang menambah semangat bagi saya dan Bang Doel," terang Pramono.

Sementara itu, Cawagub Jakarta Rano Karno menilai, dirinya dan Pramono tidak ada khawatir dengan hasil survei yang di keluarkan oleh sejumlah pihak.

"Barangkali kalau timbul kekhawatiran, itu bukan di kita ya. Hasil survei itu. Tetapi, mungkin tetangga sebelah. Karena kita baru kerja dua pekan, mereka barangkali sudah hampir empat bulan," tutur Rano. 

Meski demikian, tutur Rano Karno, hasil survei yang keluar akan menjadi pegangan untuk dirinya agar lebih giat lagi turun ke lapangan.

Sehingga, Rano Karno ingin ketika lembaga survei mengeluarkan hasil pandangan dari warga, bisa terus naik.

"Makanya itu Ahok ngajak kita ke tempat crosing ini, ini ada makna nih. Jadi sekali lagi kita sangat apresiasi bahwa kerja keras dan sambutan masyarakat itu.membuat kita semakin kuat," tutur Rano Karno. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved