Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Kamis 12 September 2024, "Menyebarkan Sukacita"
Adina Chapman mengatakan bahwa: ini adalah suatu paradoks yang sukar dipikirkan, khususnya di mana orang percaya harus bersukacita
MENYEBARKAN SUKACITA (FILIPI 4:2-9)
Pdt. Frans Nahak, M. Th. (Penulis adalah Pendeta di Jemaat Paulus Taebone, Klasis Amanuban Timur)
Pasti kita semua tidak asing lagi dengan doa ini:
“Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai, bila terjadi kebencian. Jadikanlah aku pembawa cinta kasih. Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan. Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan. Bila terjadi kebimbangan jadikan aku pembawa kepastian. Bila terjadi kesesatan jadikanlah aku pembawa kebenaran. Bila terjadi kecemasan, jadikanlah aku pembawa harapan. Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan. Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang. Tuhan semoga aku ingin menghibur daripada dihibur, memahami daripada dipahami, mencintai daripada dicintai, sebab dengan memberi aku menerima, dengan mengampuni, aku diampuni.”
Doa ini adalah doa St. Fransiskus Asisi yang ada dalam tatanan doa harian Katolik. Doa ini biasa dipanjatkan oleh umat Katolik untuk perdamaian bangsa dan juga ketika mengalami kesusahan. Doa ini merupakan penegasan dan permohonan agar umat dalam situasi apa pun tetap hadir membawa damai sejahtera.
Surat Filipi adalah surat yang ditulis dengan penuh ucapan syukur. Gerral W. Peterman, dalam tulisannya mengatakan bahwa surat Filipi merupakan surat yang dituliskan sebagai tanggapan atas persahabatan dan rasa syukur. Filipi adalah jemaat yang dibangun sendiri oleh Paulus.
Dia mempunyai hubungan yang baik dengan orang-orang yang dilayaninya. Ada sapaan-sapaan yang menunjukkan kedekatan yang begitu indah.
“Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!” ( ay. 1).
Bahkan ketika Paulus mengalami kekurangan, jemaat mengutus beberapa orang untuk melayani kebutuhan Paulus. Mereka memberikan pemberian-pemberian pada saat jemaat-jemaat lain tidak ada yang memedulikannya. Ada beberapa pokok dalam pembahasan perikop ini:
Pertama, bersukacitalah senantiasa (ay. 4-5)
Sukacita menjadi tema utama dalam surat Filipi, kata ini digunakan dalam sebelas ayat (Flp. 1:4; 1:18; 1:25; 2:2; 2:17-18; 2:28; 2:29; 3:1; 4:1; 4:4; 4:10). Sukacita dalam bahasa Yunani khara. Secara khusus dalam bagian ini sukacita menggunakan kata khairete yaitu “teruslah kalian bersukacita.”
Adina Chapman mengatakan bahwa: ini adalah suatu paradoks yang sukar dipikirkan, khususnya di mana orang percaya harus bersukacita sementara mengalami kesusahan dan kesulitan. Walaupun dalam diri manusia tidak ada kesanggupan untuk bersukacita saat mengalami penderitaan, namun ada sumber yang memberikan kesanggupan, dan itu hanya ada di dalam Tuhan Yesus.
Sukacita yang bersumber dari Allah tidak dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Bahkan keadaan fisik atau finansial juga tidak mampu mempengaruhi sukacita ini. Kondisi ini hanya bisa diperoleh melalui hubungan yang berkualitas dengan Allah.
Paulus telah menjadi teladan tentang bersukacita, walaupun kondisinya seharusnya tidak memungkinkan dia untuk bersukacita.
Dia mengalami penganiayaan, pemenjaraan, bahkan ancaman kematian. Namun, dia memiliki kehidupan batin yang penuh sukacita. Paulus tidak meminta jemaat untuk berbahagia, tetapi bersukacita, terus bersukacita dalam Tuhan. Sukacita itu berada di dalam hati, tidak terlihat namun hasilnya (kebaikan hati) bisa dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya.
Rasul Paulus menggunakan kata to epieikhes untuk menerangkan kata kebaikan hati. Kata ini merupakan kata sifat, yang berarti “kelembutan”.
Renungan Harian Kristen
Pdt. Frans Nahak
Jemaat Paulus Taebone
Klasis Amanuban Timur
POS-KUPANG.COM
Filipi
| Renungan Harian Kristen 1 Januari 2026, Menjalani Tahun Anugerah dalam Sukacita & Damai Sejahtera |
|
|---|
| Renungan Harian Kristen Rabu 31 Desember 2025, TUHAN Pelindung Kita |
|
|---|
| Renungan Harian Kristen Selasa 30 Desember 2025, TUHAN Tempat Perteduhan Kita |
|
|---|
| Renungan Harian Kristen Senin 29 Desember 2025, Kasih yang Merampas dari Dosa |
|
|---|
| Renungan Harian Kristen Minggu 28 Desember 2025, Membarui Iman, Memperkuatkan Persekutuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pdt-Frans-Nahak-MTh-12345678.jpg)