Pilkada Jakarta 2024

Pramono Anung Berpeluang Kalahkan Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta 2024

Pramono Anung, Menteri Sekretaris Kabinet yang merupakan calon gubernur dari PDI Perjuangan yang berpasangan dengan Rano Karno sangatberpeluang menang

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
BERPELUANG – Pramono Anung yang berpasangan dengan Rano Karno berpeluang besar mengalahkan Ridwan Kamil yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju. 

Dharma-Kun Bisa Jadi Kuda Hitam

Meski mendapatkan penolakan dari sebagian warga Jakarta, elektabilitas Ridwan Kamil u masih tinggi dibandingkan kedua pasangan calon lainnya.

Namun, kata peneliti di Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad, situasi tersebut dapat berubah.

Dia memperkirakan Pramono -Rano juga memiliki kesempatan menang jika sosiliasi mereka berlangsung efektif.

Sebab, katanya, basis pemilih PDIP dan kelompok nasionalis di Jakarta cukup besar.

Dari sisi etnisitas, lanjutnya, etnis Jawa diwakili oleh Pramono dan Betawi direpresentasikan oleh Rano, yang jumlahnya sekitar 64 persen dari total penduduk Jakarta.

Sementara itu, basis pemilih Sunda, yang diwakili oleh Emil, hanya 14-15 persen.

Karena itu dari aspek sosiologis, dia menilai pasangan Pramono-Rano memiliki ceruk pemilih yang cukup besar dibanding duet Ridwan Kamil-Suswono.

Hal ini, menurutnya, bergantung pada efektifitas sosialisasi mereka di kalangan masyarakat Jakarta.

"Aspek kedua yang juga harus diperhatikan adalah di Jakarta ini penduduknya relatif kritis, relatif terdidik. jadi mereka yang lulusan SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) itu jumlahnya sangat besar, sekitar 68 persen. Karena warganya kritis, artinya pilihan itu sangat bergantung pada hal-hal yang rasional sebetulnya. Misalnya rekam jejak dan platform kebijakan," kata Saidiman dikutip dari VOA Indonesia.

Saidiman mencontohkan pada Pemilihan Gubernur Jakarta 2017, sebelum debat, calon gubernur Agus Harimurti Yudhoyono cenderung lebih kuat dibanding yang lain.

Tapi, setelah masing-masing kandidat menyampaikan rencana kebijakannya dalam debat, elektabilitas berubah.

Basuki Tjahja Purnama alias Ahok menempati peringkat pertama, disusul Anies dan Agus Harimurti.

Dia mengatakan debat kandidat gubernur untuk warga Jakarta itu penting karena mereka berpikiran kritis.

Oleh sebab itu, debat menjadi peluang bagi Pramono yang belum kompetitif untuk muncul dan menawarkan program-program yang bisa diterima oleh publik secara objektif.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved