Kunjungan Paus Fransiskus
594 Peziarah Terdaftar di Keuskupan Atambua untuk Hadiri Misa Bersama Paus Fransiskus di Timor Leste
Romo Marli juga mengingatkan para peziarah untuk menjaga ketertiban dan nama baik Indonesia selama berada di Timor Leste.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Jelang kunjungan Paus Fransiskus ke Timor Leste 9-11 September 2024, sebanyak 594 umat dari Keuskupan Atambua telah terdaftar sebagai peziarah yang akan menghadiri Misa Agung bersama Paus Fransiskus pada 10 September 2024 di Tasi Tolu, Timor Leste.
Hal ini disampaikan oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, melalui Sekretaris Uskup, Romo Yulius Knaofmone, Pr saat ditemui Pos Kupang, Kamis 5 September 2024.
"Dari data awal, terdapat 652 orang yang terdaftar. Namun, beberapa hari belakang ini ada yang memutuskan untuk tidak hadir, sehingga data perhari ini yang sudah siap berziarah sebanyak 594 orang. Rombongan tersebut terdiri dari 1 Uskup, 61 pastor, 4 diakon, 2 bruder, 3 frater, 40 suster dan 483 umat awam. Dari Keuskupan Agung Kupang berdasarkan informasi sekitar 200 lebih umat,sehingga diprediksi sekitar 800 lebih umat yang akan ikut," tutur Romo Marli yang biasa disapa.
Romo Marli menegaskan, Paus Fransiskus selain sebagai pemimpin umat Katolik, juga merupakan kepala negara Vatikan, sehingga protokol keamanan yang diterapkan sangat ketat.
Sehingga Ia menegaskan peziarah yang mengikuti Misa Agung wajib memiliki ID card yang dikeluarkan oleh Keuskupan Atambua dan telah diakui oleh panitia di Dili. Sementara peziarah yang tidak terdaftar tidak akan diizinkan memasuki area Misa.
"Umat dari Indonesia yang akan mengikuti Misa di tanggal 10 September itu wajib memiliki ID card yang dikeluarkan oleh Keuskupan dan telah diakui oleh panitia di Dili. Ini adalah syarat untuk bisa memasuki area Misa," kata Romo Marli.
Ia mengingatkan para peziarah untuk mempersiapkan diri secara fisik, mengingat kondisi cuaca di Timor Leste yang panas, serta jarak yang harus ditempuh dengan berjalan kaki.
"Kita meminta para Peziarah untuk mempersiapkan diri secara fisik dan dapat membawa makanan siap saji dan air minum yang cukup, serta perlengkapan pribadi seperti payung, topi dan pakaian yang nyaman dan sopan," tuturnya.
Romo Marli juga mengingatkan para peziarah untuk menjaga ketertiban dan nama baik Indonesia selama berada di Timor Leste.
Baca juga: Jelang Kunjungan Paus Fransiskus ke Dili, Unsur CIQ dan BNPP PLBN Motaain Simulasi Pelayanan
"Bapa Uskup selalu menekankan agar tetap menjaga nama baik dan kehormatan bangsa Indonesia, meskipun kita adalah saudara tetangga, tetaplah menjaga disiplin dan patuhi semua aturan yang ada di Negara Timor Leste," tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya persiapan mental dan spiritual, karena perjalanan ke Timor Leste bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan sebuah ziarah rohani yang memerlukan doa dan disiplin. (Cr23)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.