Kunjungan Paus Fransiskus

Terduga Teroris Dicokok Saat Paus Fransiskus Datang

Densus 88 Antiteror melakukan penangkapan terduga teroris di kawasan Duren Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (3/9).

Editor: Alfons Nedabang
KOMPAS/DEFRI WERDIONO
Personel dari Satuan Gegana Polri dengan senjata lengkap sudah tiba di lokasi penangkapan terduga teroris di Kota Batu, Jawa Timur, Kamis 1 Agustus 2024. Terbaru, Densus 88 menangkap terduga teroris di Bekasi, Jawa Barat, Selasa 2 September 2024. 

YLK pernah berencana melakukan aksi teror dengan objek Bursa Efek Singapura. Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar  mengatakan YLK ditangkap oleh Tim Densus 88 di Desa Mongoloto, Telaga, Gorontalo pada Rabu (21/8)

"Betul, dilaksanakan penegakan hukum terhadap YLK di Desa Mongolato," kata Kombes Aswin saat dikonfirmasi wartawan kemarin.

Baca juga: Paus Fransiskus Duduk Santai Samping Sopir, Buka Jendela dan Lambaikan Tangan ke Warga

"Sebelum bergabung dengan AQAP, YLK pernah mengikuti pelatihan di Camp Hudaibiyah, Philipina pada tahun 1998 sampai dengan 2000," sambungnya.

Berdasarkan track record pada 2001, YLK juga mengikuti Muqoyama Badar tahap 2 (Pelatihan Para Militer) di Jawa Timur yang merupakan program dari kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI). 

Sedangkan pada 2003, YLK sempat ditahan oleh polisi atas kasus kepemilikan senjata api laras panjang yang merupakan titipan dari UM seorang Napiter kasus Bom Bali 1.

"Di tahun 2012, YLK bergabung dengan kelompok Jamaah Anshor Tauhid (JAT) dan mengikuti program pengiriman personal ke Yaman sebagai bagian dari jihad global AQAP," kata Aswin.

Aswin membongkar rencana aksi teror yang pernah disusun oleh YLK yang memiliki nama samaran IS alias AT alias MAL alias AH pernah berencana melakukan aksi teror meledakan Bursa Efek Singapura pada 2015.

"Pada tahun 2015, YLK mencoba masuk ke Singapura melalui jalur laut namun ditolak oleh imigrasi Singapura dan dideportasi ke Batam,” katanya.

“Pasca 2016, YLK berupaya menghilangkan jejak dengan mengganti identitasnya hingga ditangkap pada Agustus 2024," pungkas Aswin. (tribun network/cup/nas/wly)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved