Pilkada Jakarta 2024
Drama Politik Anies Baswedan, Mulanya Digadang-gadang Tapi Akhirnya Ditenggelamkan
NAMA Anies Baswedan seakan menjadi trending topik di Tanah Air. Mulanya digadang-gadang maju di Pilkada Jakarta, tapi akhirnya ditinggalkan sendirian.
NAMA Anies Baswedan seakan menjadi trending topik di Tanah Air. Pasalnya, ia demikian diagung-agungnya pasca Pilpres 2024 untuk Pilkada Jakarta 2024 namun akhirnya ia justeru ditenggelamkan oleh partai-partai politik itu sendiri.
Drama politiknya demikian tragis. Sebab ia senantiasa digadang-gadang akan bertarung di Pilgub Jakarta, tapi endingnya justeru kandas. Anies juga akhirnya tak bisa ikut Pilgub Jawa Barat, meski namanya mencuat jelang detik-detik akhir penutupan pendaftaran.
Anies berancang-ancang akan mendirikan organisasi massa (Ormas) dan atau langsung mengumumkan pendirian partai politik sendiri. Anies merasa perlu mendirikan partai sendiri agar demokrasi di Indonesia berjalan lebih sehat.
Bagi Anies, demokrasi yang berjalan saat ini tidak sehat. Partai politik seperti tersandeera oleh kekuatan besar tertentu.
Anies merujuk kepada data bahwa sebelum ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang ambang batas pencalonan dan batas usia pencalonan, terdapat sekitar 94 daerah yang hanya diikuti satu pasang kandidat atau melawan kotak kosong.
Pada Pilkada Serentak 2024 ini, sebanyak 545 daerah akan memilih kepala daerahnya dengan rincian 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota.
Setelah proses pendaftaran di KPU, kini hanya satu daerah yang diperpanjag masa pendaftarannya karena hanya terdapat 1 pasangan calon yang mendaftar, yakni di Propinsi Papua Barat.
KPU akan memperpanjang masa pendaftaran selama 3 hari agar pada Pilkada di Papua Barat tidak melawan kotak kosong.
Rencana Anies mendirikan partai politik perlu kita apresiasi. Rakyat akan semakin mendapat banyak pilihan partai politik dan juga ide besar yang diusung parpol tersebut.
Sejenak kilas balik ke SBY yang akhirnya sukses menjadi Presiden setelah mendirikan Partai Demokrat.
Partai Demokrat didirikan pada 9 September 2001 saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjabat sebagai menteri di kabinet Megawati Soekarnoputri. Tahun 2004, partai yang baru pertama terlibat dalam Pemilu dan Pemilihan Presiden, langsung menempati urutan kelima dengan perolehan suara 7,5 persen dan 57 kursi dari 560 kursi DPR RI.
Namun saat Pilpres 2004, SBY-Jusuf Kalla langsung memenangi Pilpres putaran kedua dengan perolehan suara 60,1 persen.
Partai Gerindra yang didirikan Prabowo Subianto pada 6 Februari 2008 atas saran adik-adiknya setelah kalah berkontestasi di Konvensi calon presiden Partai Golkar. Pada Pemilu Legislatif 2009 yang pertama kali diikuti, Gerindra memperoleh 4,5 persen suara atau 26 kursi DPR RI.
2009, Prabowo berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri melawan SBY-JK dan hasilnya kalah.
Selanjutnya, pada Pemilu 2014 dan 2019, Prabowo menjadi penantang Jokowi di Pilpres, hasilnya selalu kalah. Barulah pada 2024, Prabowo yang disandingkan dengan putra Jokowi yakni Gibran Rakabuming Raka, berhasil memenangi Pilpres.
Pilkada Jakarta Aman Hingga Selesai, Pramono Anung: Terima Kasih Mas Ridwan, Mas Dharma |
![]() |
---|
Ray Rangkuti Bicara Soal Pilkada Jakarta: Sesungguhnya RK- Soswono Belum Terima Kekalahan |
![]() |
---|
Pramono Anung Bakal Akomodir Program Unggulan Ridwan Kamil-Suswono |
![]() |
---|
Usai Batalkan Gugatan ke MK, Kini Ridwan Kamil-Suswono Akui Kemenangan Pramono Anung |
![]() |
---|
Pramono Anung: Sudah Saatnya Kita Bekerja Sama untuk Bangun Jakarta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.