Pilkada Ende

Pilkada Ende, Antar Lori-Damran Daftar ke KPU, Don Wangge: Banyak yang Harus Diselesaikan

paket Lori-Damran untuk mempelajari manajemen pemerintahan daerah karena keduanya tidak memiliki latar belakang birokrasi. 

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
Don Bosco M. Wangge, Bupati Ende periode 2009-2014 saat mendampingi pasangan Bakal Calon Bupati (Bacabup) Laurentius Dominicus Gadi Djou dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Ende, Damran Baleti menggelar konferensi pers usai mendaftarkan diri ke KPU Ende, Selasa, 27 Agustus 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE -  Don Bosco M. Wangge, Bupati Ende periode 2009-2014 yang dikabarkan pernah menyatakan sikap maju di Pilkada Ende tahun 2024 akhirnya mundur dari pencalonan dan mendukung pasangan Bakal Calon Bupati (Bacabup) Laurentius Dominicus Gadi Djou dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Ende, Damran Baleti.

Don Wangge terlihat hadir di rumah pemenangan Lori-Damran di Jalan Nangka, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende saat paket yang diusung empat partai politik itu menggelar deklarasi dan akan mendaftar ke KPU Ende, Selasa, 27 Agustus 2024 siang.

Don Bosco M. Wangge juga mendampingi Lori-Damran hingga ke Kantor KPU Ende di Jalan Durian, Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende.

Saat sesi konferensi pers, Bupati Ende periode 2009-2014 itu menyampaikan pesan kepada Laurentius Dominicus Gadi Djou dan Damran Baleti agar total memberi diri melayani masyarakat Kabupaten Ende.

Baca juga: Antisipasi Kericuhan, 1814 Personel Gabungan Siap Amankan Pilkada Ende

"Sudah banyak hal saya diskusi dengan Pak Lori ketika saya ke rumah, banyak hal yang harus diselesaikan, pada intinya yang saya inginkan bahwa mereka dua harus total memberi diri melayani masyarakat," ujar Don Wangge. 

Menanggapi pesan itu, Laurentius Dominicus Gadi Djou mengaku orang pertama yang diajak diskusi terkait dengan pencalonan di Pilkada Ende 2024 adalah Don Bosco M. Wangge, Bupati Ende periode 2009-2014.

"Orang pertama yang saya datang ke rumahnya setelah Pileg itu, karena saya bingung waktu itu, pertanyaan pertama Om Don waktu itu adalah apakah Pilkada sama dengan Pileg dimana kita lihat begitu banyak uang berseliweran, kalau Pilkada sama dengan Pileg, waktu itu saya bilang saya angkat tangan, saya tidak mau maju Pilkada dengan menghambur-hamburkan uang, lalu Om Don bilang kalau Pilkada itu yang dilihat adalah siapa yang datang, apa yang dilakukan, uang nomor sekian," jelas Lori Gadi Djou.

Don Bosco M. Wangge juga berpesan kepada paket Lori-Damran untuk mempelajari manajemen pemerintahan daerah karena keduanya tidak memiliki latar belakang birokrasi. 

Don Wangge pada kesempatan itu juga membeberkan alasan dirinya memutuskan mendukung paket Lori-Damran di Pilkada Ende 2024 yakni dirinya ingin memberikan kesempatan kepada orang muda untuk memimpin Kabupaten Ende selama lima tahun kedepan. 

"Saya sebagai orang tua mengajak simpatisan saya, tim-tim saya untuk mendukung Lori-Baleti," tandas Don Wangge. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved