Senin, 13 April 2026

Lewotobi Erupsi

Rumah Warga Lereng Gunung Lewotobi Digenang Air Campur Lumpur

Seorang warga Desa Hokeng, Kecamatan Wulanggitang, Yois Tolok (25), mengatakan air dan lumpur masuk ke dalam rumah lantaran atap seng sudah bocor.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Kondisi rumah warga di Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Sabtu, 24 Agustus 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Sejumlah rumah milik warga di Lereng Gunung Lewotobi Laki-laki digenang air bercampur lumpur usai wilayah itu diguyur hujan, Sabtu, 24 Agustus 2024 malam.

Air bercampur lumpur itu merupakan endapan abu vulkanik serta pasir halus akibat aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki berstatus Level III (Siaga).

Peristiwa ini menambah penderitaan warga sejumlah desa di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur. Lumpur cokelat beraroma belerang menggenangi lantai serta seisi perabot rumah.

Seorang warga Desa Hokeng, Kecamatan Wulanggitang, Yois Tolok (25), mengatakan air dan lumpur masuk ke dalam rumah lantaran atap seng sudah bocor.

"Atap sudah robek, jadi air hujan masuk rumah, campur dengan belerang," katanya.

Dia mengatakan, hujan dengan intensitas sedang turun selama beberapa jam. Sedang atap rumah warga sudah rusak tak mampu menahan beban belerang yang mengendap sejak 8 bulan ini.

Kondisi itu membuat dia bersama semua anggota keluarga gelisah lantaran tak bisa tidur nyaman.

Mereka sibuk membersihkan lumpur dengan sapu lidi dan alat pel, kemudian memakai ember untuk menampung hujan bercampur lumpur kental.

"Terpaksa bertahan, mau bagimana lagi, keadaan semakin buat kami menderita," tuturnya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di Google NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved