Minggu, 19 April 2026

Berita NTT

Jelang Kunjungan Paus di Timor Leste, Dirjen Bimas Katolik dan Menkopolhukam Rakor di PLBN Motaain 

Ia juga mengimbau para pelintas untuk memastikan membawa dokumen resmi dan menyelesaikan seluruh pengurusan dokumen bagi peziarah dan kendaraan.

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Perwakilan dari Dirjen Bimas Katolik RI, Bidang Urakat Kanwil Provinsi NTT, dan perwakilan dari Menkopolhukam pose bersama usai menggelar rapat koordinasi dengan Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain-Indonesia, Kamis (22/8/2024). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Perwakilan dari Dirjen Bimas Katolik RI, Bidang Urakat Kanwil Provinsi NTT, dan perwakilan dari Menkopolhukam menggelar rapat koordinasi dengan Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain-Indonesia, Kamis (22/8/2024). 

Rapat ini bertujuan untuk menyinkronkan data umat Katolik yang akan melintas ke Timor Leste guna mengikuti misa agung bersama Paus Fransiskus, yang dijadwalkan berlangsung pada 9-11 September 2024 di Dili, Timor Leste.

Dalam rapat tersebut, Andy Prasetyo, perwakilan dari Menkopolhukam, menekankan pentingnya kesiapan PLBN dalam menyambut para peziarah yang akan melintas melalui Motaain. 

"Kami bertugas untuk mensinkronisasi dan mengingatkan unsur-unsur atau instansi terkait mengenai pelintas yang akan berbondong-bondong mengikuti misa agung di Dili. Ini mendapat perhatian khusus dari Bapak Menkopolhukam," ujar Andy.

Ia juga menegaskan bahwa negara wajib melayani dan melindungi keselamatan warga yang akan melaksanakan ibadah, baik selama di Dili maupun dalam perjalanan pergi-pulang. 

"Oleh karena itu, penting sekali melibatkan banyak unsur terkait untuk saling berkoordinasi dalam menangani kegiatan ini," tambahnya.

Sementara itu, Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, S.STP, menyatakan PLBN telah mempersiapkan posko bersama untuk mengakomodir para pelintas dalam jumlah besar. 

"Pada prinsipnya, PLBN sudah sangat siap untuk mengakomodir para pelintas. Kami hanya perlu menunggu informasi pasti dari keuskupan terkait jumlah umat dan kendaraan yang akan digunakan, terutama yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah dan Provinsi," jelas Fatima Rika.

Fatima juga menegaskan bahwa PLBN akan menerapkan sistem proaktif, di mana setelah semua fasilitas disiapkan, pihaknya siap mengantar pelintas ke posko sebelah di Timor Leste. 

"Kami akan menjemput bola. Setelah semuanya difasilitasi, kami siap mengantar ke posko sebelah. Teman-teman imigrasi akan langsung ke bus rombongan untuk melakukan pemeriksaan," tambahnya.

Baca juga: Kemenag Ungkap Data Umat Katolik NTT yang Akan Ikut Misa Agung Paus di Timor Leste

Ia juga mengimbau para pelintas untuk memastikan membawa dokumen resmi dan menyelesaikan seluruh pengurusan dokumen bagi peziarah dan kendaraan.

Pengurusan tersebut, setidaknya tiga hari sebelum keberangkatan guna mengurangi penumpukan di pos lintas batas.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Kabid Urusan Agama Katolik Kanwil Provinsi NTT, Kabid Urakat Kemenag Belu, perwakilan TNI/POLRI, Danki Pamtas, Koordinator PLBN, dan pejabat struktural Pos Lintas Batas Motaain. (Cr23) 

 Ikuti Berita POS-KUPANG.COM  lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved