Minggu, 10 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 21 Agustus 2024, “Atau Iri Hatikah Engkau”

iri hati itu sesungguhnya lahir dari sikap dasar manusia yang sombong yang lahir dari  rasa rendah diri akan keterbatasan diri.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
DOK. POS-KUPANG.COM
Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik Rabu 21 Agustus 2024, “Atau Iri Hatikah Engkau” 

Oleh: Bruder Pio Hayon, SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Rabu 21 Agustus 2024, “Atau Iri Hatikah Engkau”

Hari Rabu Biasa Pekan XX

PW Sto. Pius X, Paus

Bacaan I:Yeh. 34:1-11

Injil: Matius 20:1-16a                                                                        

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai sejahtera untuk kita semua.Sikap iri hati adalah satu sikap emosional negatif yang muncul dari setiap orang yang tampak dalam satu pola tingkah lakunya dalam relasinya dengan orang lain.

Sikap ini timbul biasanya lahir dari  sikap kesombongan dan sikap yang sombong biasanya lahir dari keterbatasan dan kelemahan. Maka kesombongan itu sebenarnya hanya satu mekanisme untuk menutupi  kelemahan atau keterbatasan yang dimiliki.

Maka untuk melihat hasilnya, iri hati itu sesungguhnya lahir dari sikap dasar manusia yang sombong yang lahir dari  rasa rendah diri  akan keterbatasan diri.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Hari ini gereja merayakan peringatan santo Pius X, Paus. Nama asli Paus Pius X adalah Giuseppe Melchiorre Sarto lahir di Riese, Kerajaan Lombardy-Venetia, Kekaisaran Austria (sekarang Italia, provinsi Treviso) pada tahun 1835.

Ia adalah anak kedua dari sepuluh bersaudara dari Giovanni Battista Sarto (1792–1852) dan Margarita Sanson (1813–1894). Dia dibaptis 3 Juni 1835. Pada 18 September 1858, Sarto ditahbiskan sebagai imam, dan menjadi imam di Tombolo.

Sementara di sana, Sarto memperluas pengetahuannya tentang teologi, mempelajari keduanya Thomas Aquinas dan Hukum Kanon, saat melakukan sebagian besar fungsi pendeta paroki, yang cukup sakit. Ia menjadi populer di kalangan orang-orang ketika ia bekerja untuk membantu orang sakit selama wabah kolera yang melanda Italia utara pada awal 1870-an. Oleh Paus Leo XIII, Sarto diangkat menjadi Uskup di dioses Mantua, Italia pada tahun 1884.

Kondisi dioses Mantua kacau balau ketika Sarto menduduki tahkta keuskupan.Melihat keberhasilan karya Uskup Sarto, Paus Leo XIII mengangkat Sarto menjadi Kardinal pada tanggal 12 Juni 1893.Sepeninggal Paus Leo XIII, para Kardinal memilih Kardinal Guiseppe Melchiore Sarto menjadi Paus.

Ia secara resmi menduduki Tahkta Petrus pada tanggal 9 Agustus 1903. Tekadnya yang utama sebagai Wakil Kristus di dunia ialah membaharui segala sesuatu di dalam Kristus. Dua peristiwa penting yang mewarnai masa pontifikatnya:

Pertama, pemisahan antara Gereja dan negara di Perancis yang mengakibatkan hampir seluruh kekayaan Gereja dirampas oleh pemerintah, tetapi sebaliknya memberikan kebebasan penuh kepada Gereja dari kekuasaan sipil.

Kedua, kutukan terhadap gerekan filsafat dan teologi aliran ‘modernisme’.Meskipun ia seorang Paus, namun ia tetap sederhana dan sayang pada umat. Sebelum meninggal dunia, dalam surat wasiatnya ia menulis: “Saya dilahirkan miskin, saya hidup miskin dan saya ingin mati secara miskin pula”. Beliau meninggal dunia pada tanggal 20 Agustus 1914 di Roma, dua minggu setelah pecah Perang Dunia I. Kisah hidup Santo Pius X ini menghantar kita untuk melihat betapa kasih karunia Allah dianugerahkan kepada St. Pius X ini dalam seluruh perjalanan hidupnya.

Kasih karunia ini diberikan kepadanya karena ia berkenan di hadapan Allah. Sama seperti dalam injil hari ini, Yesus  mengajarkan perumpamaan tentang pemberian upah. Dari sekian banyak pekerja yang didapatkan dari pagi sampai dengan sore hari untuk bekerja di kebun anggur itu mendapatkan upah yang sama karena mereka telah sepakat sedinar sehari. Baik yang masuk kerja palinig pagi dengan yang masuk sore hari semua mendapatkan upah yang sama sedinar sehari.

Yesus mau mengajarkan kepada para muridNya dan kepada kita bahwa upah itu disejajarkan dengan kasih karunia yang diberikan kepada siapa saja yang Tuhan kehendaki. Kasih karunia Tuhan itu tidak diukur oleh pemikiran manusia semata  tetapi oleh keadilan Allah dalam memberikan kasih karunia itu kepada siapa Dia kehendaki. Banyak dari kita yang menuntut Tuhan untuk mendapatkan apa yang kita minta dalam doa termasuk kasih karunia dalam hidup kita.

Namun Tuhan juga tidak memberikan itu. Mengapa? Karena berkat dan kasih karunia Tuhan sama sekali tidak dipengaruhi oleh apapun apalagi tuntutan dan keluh kesah kita. Tuhan akan memberikan itu kepada siapa atau kapan sesuai yang dikehendakiNya. Maka marilah kita belajar untuk  hanya taat pada kehendak Allah dalam hidup kita dan tetap setia padaNya apapun situasinya.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama:kita adalah pengikutNya yang juga berkarya sesuai dengan tugas yang dipercayakan Tuhan kepada kita.

Kedua, namun kadang kita bersikap menuntut lebih pada Tuhan  untuk memberi berkat yang lebih hanya karena kita sudah banyak  berkaryaNya.

Ketiga, tapi Allah tak memberikan itu, karena berkat dan kasih karunia itu diberikan hanya kepada siapa Tuhan menghendakiNya dan bukan karena jasa baiknya kita.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved