Berita Sumba Barat Daya
Polres Sumba Barat Daya Bersama Brimob Gelar Latihan Bersama Pengamanan Pilkada 2024
Anggota Polres Sumba Barat Daya bersama anggota Brimob Batalyon C Pelopor Sumba Barat Daya melakukan latihan bersama
Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA - Anggota Polres Sumba Barat Daya bersama anggota Brimob Batalyon C Pelopor Sumba Barat Daya melakukan latihan bersama persiapan pengamanan pemilihan umum bupati dan wakil bupati Sumba Barat Daya tahun 2024 di lapangan apel Kantor Bupati Sumba Barat Daya, Selasa 20 Agustus 2024 pagi.
Latihan tersebut melibatkan kendaraan taktis untuk pengamanan pemilukada Sumba Barat Daya tahun 2024. Gelar latihan tersebut sebagai wujud kesiapsiagaan anggota kepolisian Polres Sumba Barat dan Brimob Batalyion C Pelopor Sumba Barat Daya menghadapi pemilukada Sumba Barat Daya tahun 2024.
Kegitan latihan tersebut berlangsung hingga Rabu 21 Agustus 2024 dan puncak simulasi pengamanan pemilukada Sumba Baratt Daya tahun 2024 berlangsung Kamis 22 Agustus 2024.
Wakapolres Sumba Barat Daya, Kompol I Ketut Mastina yang ditemui POS-KUPANG.COM diselah-selah mengawasi kegiatan latihan tersebut, Selasa 20 Agustus 2024 pagi, mengatakan, pelaksanaan kegiatan latihan pengamanann pemilukada Sumba Barat Daya tahun 2024 akan berlangsung selama 3 hari yakni hari ini, Selasa 20 Agustus 2024 dan Rabu 21 Agustus 2024..Dan Kamis 22 Agustus 2024 adalah kegiatan puncak simulsi pengamanan pemilukada Sumba Barat Daya tahun 2024.
Kegiatan latihan ini untuk mempersiapkan personil dengan baik dan prima menghadapi pemilukada Sumba Barat Daya tahun 2024 ini.
Baca juga: Jelang HUT Bhayangkara ke-78, Polres Sumba Barat Daya Tabur Bunga di TMP Pada Eweta
Untuk kepentingan pengamanan pemilukada, pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan anggota ke Polda NTT untuk pengamanan pemilukada Sumba Barat Daya. Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu informasi dari Polda NTT.
Ia menambahkan, saat ini, sedang melakukan pemetaan kerawanan pada setiap wilayah, bila kondisi sangat rawan maka akan menempatkan 2 orang anggota polisi bertugas di satu desa. Sedangkan kalau masuk kategori rawan maka akan menempatkan satu anggota polisi dan kurang rawan maka satu aggota bertugas untuk 2-3 desa. Walau demikian, ia belum bisa menyampaikan hasil.pemetaan itu karena sedang berproses. Mudah-mudahan secepatnya selesai.(*)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.