Rabu, 8 April 2026

Berita Manggarai Barat

Begini Kata Bupati Edi Soal Tinja di Labuan Bajo Manggarai Barat

menurutnya harus ada pembatasan terhadap wisatawan maupun kapal-kapal yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo.

Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ENGELBERTUS APRIANUS
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi saat berdiskusi dengan Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Danpushidrosal), Laksamana Madya TNI Budi Purwanto, di kantor Bupati Manggarai Barat, Rabu 7 Agustus 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi blak-blakan mengatakan, perairan Labuan Bajo beberapa tahun ke depan akan dipenuhi dengan limbah tinja manusia, yang dihasilkan dari banyaknya aktivitas kapal wisata di perairan Taman Nasional Komodo (TNK).

Menurut Edistasius, itu bisa saja terjadi karena sebagian besar kapal wisata yang beroperasi di Labuan Bajo tidak memiliki sistem pengelolaan limbah yang baik.

"Kita omong yang kecil saja sehubungan dengan limbah tinja, apakah di kapal-kapal phinisi mereka sudah siapkan terkait dengan pengelolaan limbah tinja, tidak," tegas Edistasius saat berdiskusi dengan Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Budi Purwanto, di kantor Bupati Manggarai Barat, Rabu 7 Agustus 2024.

Jika itu terus terjadi, Edistasius memprediksi ekosistem di perairan Taman Nasional Komodo akan rusak akibat perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Baca juga: IWAPI Manggarai Barat Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Siswa MAN 

"Semula wilayah laut kita itu bening, terumbu karang indah, hanya karena mereka tidak memperhatikan soal pengelolaan limbah tinja, maka tinggal menghitung waktu perairan Labuan Bajo akan dipenuhi dengan kotoran manusia, kebanggaan kita akan menjadi sirna," ungkapnya.

Pemerintah, lanjut dia, berkomitmen agar pariwisata Labuan Bajo terus berkelanjutan sehingga bisa terus dinikmati generasi mendatang. Karena itu menurutnya harus ada pembatasan terhadap wisatawan maupun kapal-kapal yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo.

"Tidak ada pilihan, maka harus ada yang namanya pembatasan, bukan hanya manusia yang stress, termasuk ikan juga stress, hanya kan dia (ikan) tidak bisa omong. Kita harus membaca ini fenomena," beber Ketua DPW NasDem NTT itu.

Lebih lanjut Edistasius berharap TNI Angkatan Laut membantu Pemkab Manggarai Barat memperketat kapal-kapal yang boleh berlayar di perairan Taman Nasional Komodo.

"Kami butuh kerja kolaborasi dengan teman-teman angkatan laut untuk memperketat di pintu masuk. Mengecek seluruh kelengkapan bahwa yang boleh berlayar adalah kapal-kapal yang sudah sesuai dengan standar beroperasi," pintanya.

Masalah limbah dan sampah di kawasan Taman Nasional Komodo juga pernah dikeluhkan Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga.

Hendrikus bilang dalam satu hari sekitar 100-200 kapal wisata membawa wisatawan masuk dalam kawasan TNK. Banyaknya kapal wisata yang masuk kawasan TNK ini berpotensi pada peningkatan limbah kapal dan sampah dalam kawasan konservasi.

Karena itu ia meminta setiap pelaku pariwisata maupun wisatawan harus memiliki kesadaran agar menjaga kebersihan dalam kawasan TNK demi keberlanjutan ekosistem.

"Kepada wisatawan, tour operator untuk senantiasa tidak membuang sampah sembarangan dalam kawasan serta limbah-limbah yang dihasilkan oleh kapal-kapal wisata. Kami harapkan ada kesadaran kolektif dari kita semua untuk menjaga kawasan ini supaya tetap bersih," katanya pada Jumat 26 Juli 2024 lalu.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved