Berita Nasional
Pupuk Kaltim Gagas Program PKT BERSERI di Gowa Sulawesi Selatan
Kegiatan dengan nama program "Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI)" ini diikuti puluhan petani binaan Pupuk Kaltim
POS-KUPANG.COM - PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim kembali membekali petani binaan tata cara pembuatan kompos secara efektif menggunakan Biodex, yang merupakan salah satu produk unggulan perusahaan dan berfungsi sebagai biodekomposer lahan.
Hal ini merupakan bentuk komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan.
Kegiatan dengan nama program "Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI)" ini diikuti puluhan petani binaan Pupuk Kaltim di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.
Dimana penggunaan kompos sangat didorong Pupuk Kaltim, mengingat pupuk organik tersebut dapat memberikan nutrisi yang cukup bagi tanaman. Selain juga kompos dapat meningkatkan kualitas tanah, meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman, meningkatkan ketahanan tanaman, dan mencegah erosi tanah.
VP Marketing Business Partner Korporasi Pupuk Kaltim Indah Febrianty, mengungkapkan kegiatan ini merupakan wujud kesinambungan komitmen Perusahaan dalam penguatan kapasitas petani, sekaligus mendorong produktivitas pertanian dengan daya dukung lahan yang tetap terjaga.
Dan sesuai konsep pertanian berkelanjutan, Pupuk Kaltim mendorong petani untuk kembali menggunakan pupuk organik berupa kompos, karena dapat diolah dari bahan baku alam yang tersedia.
Langkah ini pun upaya Pupuk Kaltim mengurangi ketergantungan petani akan pupuk kimia, sehingga degradasi lahan dapat diantisipasi dengan nsur hara yang tetap terjaga dalam tanah. Selain itu penggunaan kompos juga membantu petani menghemat biaya produksi, dimana bahan baku yang tidak terpakai seperti jerami sisa panen maupun kotoran ternak sangat efektif dalam meningkatkan produktivitas lahan.
"Maka dengan bekal pelatihan ini, para petani bisa mengimplementasikan pembuatan kompos menggunakan Biodex, sehingga biaya produksi petani lebih diminimalisasi dan ketergantungan akan pupuk kimia juga bisa ditekan," ucap Indah, dikutip dari rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Senin 5 Agustus 2024.
Disamping materi praktik pembuatan kompos dengan Biodex, sebanyak 75 petani binaan dari 6 Kelompok Tani (Poktan) di Bulutana pun diberikan pemahaman akan pentingnya pemupukan berimbang dan menjaga kesehatan tanah, sebagai upaya meningkatkan daya dukung lahan dan ketersediaan unsur hara dalam proses budidaya mampu dipertahankan dengan baik.
Selain itu, para petani juga diedukasi tata cara penggunaan aplikasi Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), sekaligus memperbaiki tanah dengan kompos serta pemupukan berimbang. Melalui pemahaman tersebut, penggunaan pupuk kimia secara berlebih pada lahan dapat semakin ditekan, sehingga kesehatan tanah mampu dipertahankan dalam jangka waktu lama.
"Kedepan para petani binaan ini bisa membuat kompos secara mandiri untuk pemenuhan kebutuhan pertanian mereka, agar dapat mencapai produktivitas hasil yang maksimal," tambah Indah.
Guna meningkatkan efektivitas program, Pupuk Kaltim juga menyalurkan bantuan 150 karung Biodex dan satu unit mesin pencacah kompos sebagai bekal awal bagi kelompok tani memulai produksi secara mandiri. Hal ini juga wujud perhatian Pupuk Kaltim dengan tidak sekadar mengedukasi, tapi juga memberikan perangkat produksi agar sasaran program bisa berjalan secara optimal.
VP TJSL Pupuk Kaltim Sugeng Suedi menambahkan, para petani juga diberikan pengetahuan terkait Analisis Usaha Tani (AUT), agar kedepan bisa menghitung potensi usaha pertanian yang dijalankan sekaligus optimalisasi teknis perawatan melalui perhitungan yang sesuai.
Dimana program PKT BERSERI juga disiapkan sebagai pengembangan program serupa melalui inisiasi PKT BISA yang dijalankan di Magetan Jawa Timur, dimana pemanfaatan kompos menjadi salah satu upaya dalam mendorong sektor pertanian berkelanjutan dengan mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan untuk mewujudkan masyarakat tangguh dan mandiri di berbagai sektor.
Baca juga: Pupuk Kaltim Edukasi Petani Magetan Pemupukan Berimbang
"Dengan kembali menggiatkan pemanfaatan kompos, penggunaan pupuk kimia secara berlebih bisa terus ditekan dan tata kelola lahan yang lebih ramah lingkungan bisa diterapkan para petani dalam memaksimalkan potensi komoditas pertanian," terang Sugeng.
Menurut dia, inisiatif ini sejalan dengan visi Pupuk Kaltim untuk menjadi perusahaan terdepan dan berwawasan lingkungan, dimana pertanian kompos terpadu sebagai solusi efektif untuk menghadapi tantangan global terkait keamanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Terlebih kesehatan lahan menjadi persoalan mayoritas sektor pertanian di Indonesia, diakibatkan kebiasaan penggunaan pupuk kimia berlebih hingga menyebabkan kualitas serta tingkat kesuburan tanah semakin menurun.
| Efisiensi Anggaran Berdampak Luas,Potensi Pemangkasan Gaji ke-13 ASN hingga Moratorium CPNS 2026 |
|
|---|
| Purbaya Tepis Isu APBN Tersisa Cuma untuk 2 Minggu,Tegaskan Defisit Terjaga & Sudah Siapkan Mitigasi |
|
|---|
| Kabar Gembira, Pemerintah Umumkan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Sampai Akhir Tahun 2026 |
|
|---|
| Siap-Siap Liburan Lagi! Cek Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 5 Hari di Bulan April 2026 |
|
|---|
| Rencanakan Liburan Bersama Keluarga, Cek Tanggal Berapa Hari Raya Idul Adha 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/PT-Pupuk-Kalimantan-Timur-atau-Pupuk-Kaltim-kembali-membekali-petani-binaan.jpg)