Lewotobi Erupsi

Abu Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki Hujani Pasar Boru, Warga Wulanggitang Flores Timur Panik

Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki melanda Pasar Boru di Desa Boru, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
Warga Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur mengamankan kendaraan saat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Sabtu 3 Agustus 2024. 

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki melanda Pasar Boru di Desa Boru, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin 5 Agustus 2024.

Pedagang dan penjual yang berasal dari sejumlah wilayah Kecamatan Wulanggitang, panik.

Salah satu pengunjung pasar, Ocha (37) menuturkan, awalnya aktivitas di Pasar Boru berjalan normal.

Tak lama berselang, hujan abu dengan intensitas tebal tiba-tiba melanda area pasar. Warga pun panik dan bergegas mencari tempat berlindung.

Sementara, beberapa pedagang terpakasa menutupi barang dagangan mereka menggunakan payung.

"Kami kaget ketika turun hujan abu tebal. Biasanya kalau hujan abu tebal itu terjadi erupsi disertai suara gemuruh," ujar Ocha melalui sambungan telepon.

Ocha mengungkapkan, hampir setiap hari hujan abu melanda sejumlah desa di lereng Gunung Lewotobi Laki-laki. Warga hanya bisa pasrah dengan keadaan. Apalagi sudah lebih dari setengah tahun gunung itu masih saja dilanda erupsi.

"Kali ini aktivitas erupsinya sangat lama dan warga hanya bisa pasrah dengan kondisi yang ada," ujar dia.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro mengatakan, hujan abu yang melanda di sejumlah wilayah akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Dia menyebut, sejak pukul 06.00-10.00 Wita gunung tersebut meletus dua kali. Letusan pertama terjadi pukul 07.04 Wita dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 800 meter di atas puncak sekitar 2.384 meter di atas permukaan laut.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat," kata Yosef.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14.8 mm dan durasi lebih kurang 7 menit 30 detik.

Herman melanjutkan, letusan kedua terjadi 08.22 Wita. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 5.9 mm dan durasi lebih kurang 9 menit 5 detik.

Tinggi kolom abu teramati lebih kurang 500 meter. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat.

Warga sekitar dan wisatawan diimbau tetap mengikuti rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Herman menambahkan, sampai saat ini status Gunung Lewotobi Laki-laki masih level III siaga. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved