Berita Sikka

Pengamat Sosial Angkat Bicara Soal Krisis Air Bersih di Sikka NTT

Menurutnya, Krisis air bersih yang melanda wilayah Kabupaten Sikka NTT menunjukkan bahwa negara alpa di masyarakat desa. 

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO-
Akademisi FISIP Undana Kupang, Lasarus Jehamat. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Pengamat Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Lasarus Jehamat, angkat bicara terkait krisis air bersih yang terjadi di Desa Darat Gunung, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT.

Menurutnya, Krisis air bersih yang melanda wilayah Kabupaten Sikka NTT menunjukkan bahwa negara alpa di masyarakat desa. 

"Air itu sumber kehidupan, sama seperti makanan, dia bagian dari kebutuhan primer,"ujarnya Minggu 4 Agustus 2024.

Kata dia, Negara di semua level pemerintahan mulai pemerintah pusat hingga ke desa sejatinya harus bertanggung jawab terhadap krisis air bersih yang dialami masyarakat.

"Problem kita ialah tidak semua warga bisa mendapatkan air bersih. Di situ negara mesti hadir untuk memastikan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat tercukupi,"jelasnya.

Dijelaskannya, Pemerintah harus mendesain kebijakan yang tepat dan memberi pemahaman kepada kepala desa untuk memanfaatkan dana desa seefektif mungkin terutama yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Kata dia, Pengadaan sumur bor atau mobil tangki bisa menjadi solusi. Namun, untuk jangka panjang, kebijakan menanam pohon itu tetap harus menjadi perhatian bersama agar air tetap ada di lingkungan fisik tanah.

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved