Kamis, 30 April 2026

TNI

Delegasi TNI AU Raih Penghargaan dari RAAF pada Pitch Black 2024

Peltu Waikun Rokhman menerima penghargaan keempat atas dedikasinya sebagai Fuel System Inspector selama latihan berlangsung.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
Sebanyak 140 pesawat tempur yang berasal dari 40 negara di benua Asia, Eropa, dan Amerika yang tergabung dalam Latma Pitch Black mendarat di Apron Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU El Tari Kupang. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Delegasi TNI Angkatan Udara berhasil meraih lima penghargaan dari Royal Australian Air Force (RAAF) pada ajang latihan multinasional Pitch Black 2024. Penghargaan itu diberikan di RAAF Base Darwin, Northern Territory, Australia, Kamis (1/8/24).

Penghargaan pertama diberikan kepada Delegasi TNI AU dalam kategori Best Frag Drop atas kemampuan dalam menyediakan data, intelijen, dan perencanaan yang baik serta terperinci selama Mission Planning.

Baca juga: Pertamina Dukung Program TNI AD di 18 Provinsi

Penghargaan kedua diterima oleh Kapten Pnb Windi "Lion" Darmawan. Ia diakui atas kepemimpinan dan dedikasinya saat melaksanakan misi sebagai Mission Commander.

Penghargaan serupa juga diraih oleh Kapten Pnb Marko "Fawkes" Andersen. Penghargaan ketiga ini diberikan atas dedikasi dan kepemimpinannya dalam menjalankan tugas sebagai Mission Commander.

Peltu Waikun Rokhman menerima penghargaan keempat atas dedikasinya sebagai Fuel System Inspector selama latihan berlangsung.

Sementara itu, Serka Eska Lambang diberikan penghargaan atas pelaksanaan tugas dan pengetahuan yang baik sebagai Crew Chief sepanjang latihan.

Kelima penghargaan tersebut diserahkan oleh Pimpinan Latihan Air Maneuver Exercise (AMX) Pitch Black 2024, Air Commodore Peter Robinson, kepada para penerima penghargaan dari 20 negara peserta latihan, termasuk Indonesia.

Pada hari yang sama, Delegasi TNI AU juga berkesempatan mengunjungi hanggar 1 Squadron RAAF untuk melihat pesawat EA-18 Growler secara langsung dan mempelajari lebih lanjut tentang teknologi yang digunakan pesawat tersebut.

Selain itu, TNI AU juga turut ambil bagian dalam latihan terakhir pada fase Large Force Employment (LFE), dengan skenario Defence Counter Air (DCA). Dalam skenario, Blue Force yang selama ini berhasil melaksanakan misi penyerangan, harus mempertahankan wilayahnya dari serangan Red Force yang berusaha merebut kembali wilayah tersebut.

Dalam latihan ini, pesawat TNI AU juga berkesempatan melaksanakan Air to Air Refueling (AAR) dengan pesawat tanker KC-30A milik RAAF. (*)

 

  Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved