Jumat, 10 April 2026

TNI

TNI sebagai Garda Terdepan dan Benteng Terakhir Bangsa Indonesia

Aktivitas tersebut tidak hanya mengganggu konsentrasi dan fokus dalam menjalankan tugasnya, tetapi juga berpotensi merusak moral dan integritas.

Editor: Ryan Nong
ANTARA FOTO
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kedua kiri) memeriksa pasukan saat upacara penyambutan kedatangan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (15/3/2024). 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - TNI sebagai garda terdepan dan benteng terakhir Bangsa Indonesia. Demikian ditegaskan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., dalam amanat Upacara 17-an yang dibacakan oleh Pangkoopsud I Marsda TNI Mohammad Nurdin.

Saat menjadi Irup dalam Upacara 17an yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Makoopsud I, Mohammad Nurdin menyampaikan bahwa senantiasa waspada dan dapat bersikap adaptif terhadap segala perkembangan lingkungan strategis demi keutuhan NKRI"

"TNI sebagai garda terdepan dan benteng terakhir Bangsa Indonesia, senantiasa waspada dan dapat bersikap adaptif terhadap segala perkembangan lingkungan strategis demi keutuhan NKRI" ungkap Marsda TNI Mohammad Nurdin.

Baca juga: Muat 12 Orang, Kapal Cita XX Pembawa Material Menara 4G Hilang di Perairan Papua

Dengan semakin maraknya judi online sampai dengan saat ini yang melibatkan beberapa oknum Prajurit di lingkungan TNI, Panglima TNI menilai bahwa hal ini sebagai ancaman nyata dan serius yang harus disikapi dengan cermat.  

“Keterlibatan oknum Prajurit dan PNS TNI maupun keluarganya dalam judi online, tentunya sangat berbahaya bagi pelaksanaan tugas pokok TNI, maupun bagi kehidupan personel yang bersangkutan,” lanjut Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si.  

Aktivitas tersebut tidak hanya mengganggu konsentrasi dan fokus dalam menjalankan tugasnya, tetapi juga berpotensi merusak moral dan integritas.

“Dampak negatifnya tentunya dapat meluas hingga ke dalam keluarga, menciptakan masalah keuangan dan konflik keluarga, yang bisa mengganggu stabilitas kehidupan rumah tangga,” tambahnya.  

Selain itu dalam amanatnya, Panglima TNI memberi penekanan agar dipatuhi seluruh keluarga besar TNI untuk mengawal dan menyukseskan Pilkada Serentak.

Sesuai amanat Undang-Undang, TNI memiliki kewajiban untuk menjaga stabilitas nasional, sehingga kita harus memastikan agar agenda politik nasional ini dapat berjalan dengan aman dan damai.

"Oleh karena itu, kepada seluruh prajurit dan PNS TNI untuk senantiasa berpegang teguh pada pedoman Netralitas TNI yang telah ditentukan dan mengoptimalkan sinergitas TNI-Polri, beserta seluruh komponen bangsa lainnya," tegas Panglima TNI

Upacara yang dilaksanakan setiap bulan pada tanggal 17 tersebut berlangsung khidmat dan lancar yang dihadiri pula oleh Kepala Staf Koopsud I Marsma TNI Daan Sulfi, S.Sos., M.Si., M.Han., Irkoopsud I Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., para Pejabat Utama serta para Perwira, Bintara, Tamtama, dan PNS Koopsud I. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved