Minggu, 26 April 2026

Kabinet Indonesia Maju

Respons Pasar Modal terhadap Penempatan Thomas Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan

Sebagian menilai ini menandakan proses transisi yang lancar, sebagian lagi masih menanti perubahan kebijakan.

Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/SEKRETARIAT PRESIDEN
Tiga wamen saat dilantik Presiden Joko Widodo, Kamis (18/7/2024). Dari kiri: Wamen Investasi Yuliot Tanjung, Wamen Pertanian Sudaryono, dan Wamen Keuangan Thomas Djiwandono. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan menimbulkan respons beragam dari pelaku pasar modal. Sebagian menilai ini menandakan proses transisi yang lancar. Sebagian lagi masih menanti perubahan kebijakan yang menjadi tujuan dari pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan.

Pelaku pasar seperti Mirae Asset Sekuritas, Jumat (19/7/2024), menilai, kehadiran Thomas dalam Kabinet Indonesia Maju yang berakhir masa tugasnya di Oktober 2024 diharapkan dapat memuluskan transisi pemerintahan.

Thomas dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Kamis (18/7/2024). Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga melantik Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian dan ASN Kementerian Investasi, Yuliot Tanjung, sebagai Wakil Menteri Investasi.

Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Rully Wisnubroto, mengatakan, kehadiran pejabat baru di masa transisi ini menjadi sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kemarin ditutup di level 7.321. Level ini menguat 1,34 persen dibandingkan penutupan pada Rabu (17/7) sehari sebelumnya.

"Saya rasa, pasar saham merespon positif, karena menurut saya hal ini menunjukkan akan adanya proses transisi yang berjalan lancar," ujarnya saat dihubungi Kompas.

Kelancaran proses transisi ini, ia melanjutkan, terlihat dari upaya dan keinginan pemerintah sekarang dan pemerintah yang akan dalam memastikan fiskal sehat dalam jangka panjang sebagai prioritas utama.

Sementara itu, Hendra Stevin, selaku Head Online and Equity Sales NH Korindo Sekuritas, membaca, sebagian pelaku pasar lainnya masih cenderung wait-and-see terkait kebijakan penunjukkan Thomas sebagai wamenkeu II.

"Yang jadi penentu akhirnya adalah terkait perubahan kebijakan yang akan diambil ke depannya, terutama tentang kebijakan ekonomi makro dan implementasinya," ujarnya saat dihubungi terpisah.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal mempertanyakan kompetensi Thomas yang lebih berkecimpung sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra selama ini. Partai itu didirikan oleh pamannya sekaligus presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Ia menyayangkan, posisi strategis seperti wakil menteri keuangan yang biasanya diisi orang teknokrat yang bukan anggota partai politik. Ia mengingatkan, kapasitas teknis soal keuangan penting dalam hal mengurus anggaran negara.

”Menurut pandangan saya, ke depan artinya dari sisi fiskal, ini perlu disoroti, terutama dari sisi manajemen fiskalnya dengan pemilihan dari wakil parpol, alih-alih dari kalangan teknokrat,” ujarnya.

Baca juga: Pertanyaan Seputar Pelantikan Orang Prabowo Jadi Wamen di Kabinet Jokowi Saat Transisi Pemerintahan

Terkait tiga wakil menteri yang dilantik Jokowi, Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin, pun mengungkapkan harapannya.

Ma'ruf Amin berharap, ketiga wamen dapat bekerja lebih baik dan semakin responsif terhadap dinamika permasalahan baru dalam bidang tugas masing-masing.

“Harapanya tentu kerja lebih baik, lebih responsif terhadap perkembangan baru,” ungkapnya di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (18/07/2024), dilansir situs resmi Wakil Presiden Republik Indonesia.

Menurut Wapres, saat ini banyak hal yang terus berubah, termasuk situasi yang sering kali memunculkan tantangan dan masalah baru.

“Karena memang banyak hal-hal [baru], situasi kan kadang-kadang [menyebabkan] terjadi tantangan baru, masalah baru."

"Nah, pejabat yang dilantik harus respon terhadap masalah dan tantangan baru itu,” pintanya.

(kompas.id/tribunnews.com)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved