Senin, 27 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 13 Juli 2024, "Berani Hadapi Tekanan dan Jangan Takut"

Yesus mengingatkan agar para murid ketika berhadapan dengan pelbagai tekanan tidak perlu takut dan patah semangat.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Pastor John Lewar, SVD 

SUARA PAGI
Bersama
Pastor John Lewar SVD
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor

Sabtu, 13 Juli 2024
Hari Biasa Pekan XIV
Henrikus

Lectio:
Yesaya 6:1-8; Mazmur 93:1ab.1c-2.5
Matius 10:24-33

Berani Hadapi Tekanan dan jangan takut

Meditatio:

Ketakutan adalah salah satu musuh manusia yang paling berbahaya. Ketika kita takut, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita merasa hampa dan bahkan tidak bisa mengambil inisiatif apa pun. Sebelum menjalani tugas pengutusan, para
murid diingatkan supaya menyadari akan kehadiran musuh yang berbahaya ini.

Yesus mengingatkan agar para murid ketika berhadapan dengan pelbagai tekanan tidak perlu takut dan patah semangat. Memang tekanan, kesulitan, dan kesalahpahaman tidak bisa dihindari dan akan selalu ada dalam cakrawala kehidupan umat manusia.

Yesus meyakinkan para murid akan perhatian dan kasih Tuhan, sehingga mereka bisa mengatasi rasa takut yang diakibatkan oleh penganiayaan.

Dalam Injil hari ini Yesus memberi pesan yang menjadi pegangan dan kekuatan untuk menjalankan perutusan-Nya. Pesan-pesan ini berlaku pula bagi kita, para murid Tuhan Yesus, di zaman sekarang.

Ada empat pesan(Nur Widipranoto). Pertama, “Cukuplah bagi seorang murid, jika ia menjadi sama seperti gurunya.”

Untuk sama seperti gurunya, seorang murid tidak cukup hanya belajar rajin, tetapi lebih dari itu harus tinggal bersamanya dan membuka hati untuk mau diubah dan dibentuk oleh sang guru.

Pesan ini mengundang kita untuk mau terus menerus tinggal bersama Yesus dan mau diubah oleh-Nya. Kita menjadi alter Christus atau Kristus yang lain kalau kita dijiwai oleh-Nya dan menjadikan nilai-nilai hidup Kristus sebagai nilai-nilai hidup kita. Kita menjadikan diri kita sehati-seperasaan dengan Kristus sendiri.

Kedua, “Janganlah takut kepada mereka yang memusuhimu. Takutilah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”

Yang berkuasa ini adalah Tuhan sendiri. Kita harus mendidik diri untuk takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan berbeda dengan takut akan sesuatu hal. Kalau takut akan sesuatu, kita biasanya akan menjauhi atau menghindarinya.

Sebaliknya, takut akan Tuhan justru mendorong kita untuk mendekati-Nya dan selalu berusaha intim dengan-Nya. Semakin dekat dengan Tuhan dan membiarkan diri dikuasai oleh-Nya, kita semakin damai dan tidak takut pada sesuatu pun karena Tuhan akan selalu melindungi dan membimbing kita.

Ketiga, “Kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit”. Kita diciptakan segambar dan secitra dengan Allah. Kita adalah pantulan diri Allah sendiri.

Oleh karenanya, kita sungguh berharga di hadapan Allah. Kita disayang dan dicinta oleh Allah. Tidak ada yang lebih bernilai selain kesadaran bahwa kita dicintai Allah sepenuhnya bahkan Ia memberikan Putera-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, untuk kita.

Seburuk-buruknya kita, serendah-rendahnya kita, Allah tetap menyayangi dan mencintai kita. Di hadapan Allah, kita lebih berharga dari apa pun juga.

Keempat, “Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, dia akan Kuakui juga di depan Bapa-Ku di surga.” Menjadi murid Yesus bukanlah sekedar mempelajari ajaran-ajaran-Nya, lebih dari itu adalah mau menerima Yesus dan bangga
menjadi murid-Nya. Menerima Yesus berarti mau selalu membawa-Nya dalam setiap langkah hidup kita.

Membawa Yesus berarti mau mewartakan-Nya kepada semakin banyak orang bahwa Yesuslah jalan, kebenaran dan kehidupan. Ia-lah Tuhan dan juru selamat kita. Kalau kita bangga menjadi murid Yesus, Yesus pun bangga terhadap kita yang mau mewartakan kebaikan-Nya melalui kata dan perbuatan kita.

Dalam memberikan nasihat, ungkapan “jangan takut” diulang oleh Yesus sampai beberapa kali. Dengan itu, Yesus mengharapkan agar para murid tidak membiarkan ketakutan menghentikan kesaksian mereka kepada banyak orang.

Tugas mereka memang penuh dengan risiko. Namun, pesan yang mereka bawa harus terus diwartakan dengan keberanian dan penuh keyakinan, sehingga mampu mengubah wajah dunia yang tercoreng oleh ketidakadilan. Yang mereka bawa adalah kabar sukacita yang membebaskan semua orang!

Missio:

Hari ini kami mau membantu sesama yang mengalami kesulitan dan tantangan. Dengan demikian ada jalan keluar bagi mereka dalam keadaan sulit terlilit oleh masalah hidup.

Doa:

Ya Tuhan, semoga kami berani menjadi saksiMu, berani mengatakan yang benar, baik dan adil. Di dalam nama Yesus, kami tidak takut terhadap segala sesuatu termasuk sakit penyakit dan penderitaan...Amin.

Sahabatku yang terkasih. Selamat hari Sabtu. Salam, doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved