Pilgub NTT

Pilgub NTT, Johni Asadoma Bertemu Uskup Maumere, Mgr Ewaldus Minta Perbanyak Pendidikan Vokasi 

Kita tentu tidak akan melihat kalau misalnya dibandingkan tokoh-tokoh politik lainnya yang sekarang sedang muncul

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Bakal Calon Gubernur NTT Irjen Pol (P) Johni Asadoma (kanan) sedang berdiskusi dengan Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Bakal Calon Gubernur NTT, Irjen (P) Johni Asadoma bertemu dengan Uskup Maumere, Mgr Edwaldus Martinus Sedu. 

Mantan Kapolda NTT itu diketahui melaksanakan sosialisasi di Maumere, Kabupaten Sikka selama dua hari atau 7-8 Juli 2024. 

Dalam kunjungan tersebut Johni Asadoma bersilaturahmi dengan beberapa tokoh agama di antaranya mengunjungi Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu

Kunjungan ke Keuskupan Maumere untuk memohon restu dan doa serta  masukan-masukan dari Uskup untuk maju dlm kontestasi Pilgub NTT 2024. 

Baca juga: Soal Pendamping Melki Laka Lena di Pilgub NTT, Nama Jane Natalia Suryanto Paling Sering Disebut

"Kami membahas banyak hal mulai dari kemiskinan, pengangguran, pendidikan, human trafficking,. Uskup meminta agar pendidikan vokasi diperbanyak sehingga masyarakat mempunyai skill sebagai modal," kata Johni Asadoma, Selasa 9 Juli 2024.

Dari sana, Johni  juga silaturahmi dengan Romo Laurens di Paroki Santo Gabriel, Waioti. Johni Asadoma dan Romo Laurens merupakan sahabat lama. 

Keduanya, berbicara banyak hal terutama persoalan kemiskinan. Menurut Romo Laurens, untuk keluar dari kemiskinan perlu diterapkan rumus SMS atau Skill, Manajemen dan Spirit. 

Skill adalah keterampilan yang harus dimiliki seseorang agar dapat bekerja dan mendapatkan penghasilan, manajemen adalah kemampuan utk menata diri dalam pekerjaan dan dalam kehidupan. 

Sedangkan spirit adalah semangat yang harus dimiliki oleh setiap orang baik dalam belajar maupun dalam bekerja sehingga bisa menghasilkan prestasi yang membanggakan. Romo Laurens merestui dan mendoakan Johni Asadoma sukses dalam pilgub NTT.

Johni Asadoma Perlu Dilirik Parpol

Pengamat politik Undana Kupang, Yohanes Jimmy Nami menilai sosok Johni Asadoma perlu dilirik partai politik (parpol). Kapasitas Johni Asadoma, kata dia, tidak perlu diragukan lagi. 

"Kita sudah clear bicara tentang kapasitas pak Johni Asadoma, tidak perlu diragukan lagi, sekarang institusi partai politik (parpol) yang perlu didorong," kata dia terpisah. 

Partai politik perlu didorong untuk melirik para tokoh tersebut untuk mengantisipasi, kepemimpinan politik daerah ini agar tidak hanya dikuasai oleh tokoh-tokoh tertentu saja, yaitu orang-orang yang kebetulan masuk dalam skema parpol.

Sedangkan tokoh-tokoh yang tidak ada dalam skema ini, walaupun mungkin kapasitas dan kapabilitasnya lebih baik, akan tetapi luput dari potret parpol.

"Memang kritik saya lebih ke partai politik. karena banyak tokoh-tokoh politik ini berjuang, bukan hanya kelompok profesional, bahkan anak kandung mereka sendiri juga banyak yang berjuang untuk mendapatkan tiket partai," kata dia. 

Karena itu, sudah saatnya parpol yang memiliki peran sentral, menghadirkan calon pemimpin di NTT. "Saya pikir harus berani untuk menghadirkan postur-postur politik alternatif di luar politisi untuk kemudian bertarung di pilkada," katanya.

Menurut Jimmy, partai politik tidak boleh menutup diri hanya demi kepentingan internal mereka, melainkan melirik calon-calon alternatif NTT tersebut untuk disiapkan. Sesewaktu masyarakat memang membutuhkan postur politik seperti itu, termasuk sosok Johni Asadoma ini.

Dia menyarankan agar hal seperti ini perlu dibenahi, termasuk memberikan literasi kepada masyarakat agar putra-putri terbaik NTT yang berprestasi tidak hilang begitu saja dari pusaran politik lokal.

"Saya melihat partai politik NTT tidak melihat itu sebagai satu jalan politik yang strategik sehingga jangan sampai mematikan banyak anak muda NTT yang memiliki prestasi, tetapi tidak mau terlibat dalam membangun NTT hanya karena dia merasa tidak diapresiasi. Ini kan bisa jadi efek jangka panjang, Ketika dia punya niat membangun NTT dari ruang yang berbeda," kritiknya. 

Jimmy memberikan contoh Johni Asadoma yang pernah menjadi pemimpin territorial, kapasitas dan kemampuan memimpinnya tidak perlu diragukan lagi. "Sekarang tinggal partai politik yang meliriknya," katanya.

Bagi Jimmy, Johni Asadoma merupakan sosok yang cukup tenang dan bukan tipe tokoh yang secara cukup vulgar menyampaikan apapun atau membranding dirinya. Hal itu, terlihat dari keseluruhan aktivitasnya jarang dilihat public. 

Persoalan membranding tokoh, lanjutnya, harus jadi tugas partai politik. "Kita tentu tidak akan melihat kalau misalnya dibandingkan tokoh-tokoh politik lainnya yang sekarang sedang muncul, kita tidak melihat postur itu sama seperti pak Johni," tutup Jimmy.

Adapun tokoh-tokoh hebat NTT lainnya yang memiliki komitmen dan konsisten membangun daerah seperti Dosen Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Frans Xaverius Lara Aba, Politisi Golkar Melkiades Laka Lena dan Politisi PDIP Ansy Lema. (fan) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved