KUR 2024
Agar Dana KUR Tepat Sasaran, Bank BRI Perketat Pengawasan
Setelah digulirkan sejak Januari 2024, kini manajemen Bank BRI mulai memperketat pengawasan. Hal itu dimaksudkan untuk memantau pemanfaatan dana itu.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Setelah digulirkan sejak Januari 2024, kini manajemen Bank BRI mulai memperketat pengawasan. Cara itu dimaksudkan untuk memonitoring pemanfaatan dana itu agar tepat sasaran.
Untuk diketahui, apa yang dilakukan manajemen bank ini, tentu sangat baik. Langkah itu pun dinilai sangat tepat, karena fakta umum yang terjadi selama ini, banyak dana Kredit Usaha Rakyat tak digunakan sesuai peruntukkan.
Atas fakta itulah, sehingga Direktur Bisnis Mikro Bank BRI, Supari kini mengambil langkah-langkah produktif, di antaranya dengan memantau pemanfaatan dana tersebut.
Hal ini, lanjut Supari, terkait erat dengan pengembalian cicilan yang akan dilakukan nasabah ban tersebut dengan cara mengangsur sesuai dengan apa yang telah disepakati.
Supari juga mengungkapkan bahwa sampai Mei 2024 lalu, manajemen bank tersebut telah menyalurkan dana KUR 2024 mencapai Rp 76,437 triliun.
Besaran kredit tersebut setara 46,33 persen dari total kuota penyaluran KUR BRI 2024 dari pemerintah pusat sebesar Rp 165 triliun.
Dikatakannya, sejalan dengan cara tersebut, kualitas kredit dari KUR BRI juga terjaga dengan rasio NPL di kisaran 2 % .
"Upaya BRI saat ini adalah menyalurkan kredit secara selective growth, mendorong peningkatan recovery rate, serta melakukan monitoring pinjaman secara ketat, baik online maupun offline," ungkap Supari sebagaimana dilansir Pos-Kupang.Com, Rabu 0 Juli 2024.
Ketika disinggung tentang adanya rencana untuk memperpanjang relaksasi restrukturisasi kredit sebagai kompensasi dari Covid-19, Supari menyebutkan bahwa BRI akan patuh terhadap apapun keputusan yang ditetapkan pemerintah.
Baca juga: Sejak Awal, BRI Paling Unggul Salurkan Dana KUR 2024
Baca juga: Pelajari Dulu Simulasi KUR 2024 Sebelum Kamu ke Bank Bukopin
Dalam rangka penyelamatan UMKM dari dampak pandemi Covid-19, BRI telah menjalankan program restrukturisasi COVID 19 sejak diterbitkannya POJK No. 11/POJK.03/2020 pada Maret 2020 dan telah mengakhirinya pada 31 Maret 2024 sebagaimana Keputusan Dewan Komisioner OJK No 34/KDK.03/2022.
Ke depan, BRI berharap adanya kebijakan penguatan yang dapat emperkuat daya beli masyarakat dan meningkatkan konsumsi rumah tangga, karena dua faktor tersebut menjadi driver utama pertumbuhan kredit UMKM yang menjadi kontributor utama dan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di tengah kondisi makro ekonomi yang menantang. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Bank BRI
Direktur Bisnis Mikro Bank BRI
Supari
KUR BRI 2024
pandemi Covid-19
Keputusan Dewan Komisioner OJK
Kepala Kanwil DJPb NTT: Penyaluran KUR di NTT Selama Tahun 2024 Capai 2,89 Triliun |
![]() |
---|
Dokumen Pengajuan KUR BRI 2025, Syarat dan Tips Menghindari Kredit Macet |
![]() |
---|
Sambil Tunggu Pengumuman Resmi dari Bank BRI, Simak 2 Cara Daftar KUR BRI 2025 & Syarat Pengajuannya |
![]() |
---|
Lupakan KUR 2024, Siap Pinjam KUR 2025, Ternyata Segini Cicilan Pinjam Rp 20 Juta KUR BRI 2025 |
![]() |
---|
KUR 2024 Ditutup, Siapkan Dokumen Ajukan Pinjam KUR 2025, Cek Syarat KUR BRI 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.