Ayat Seribu Dinar

Doa Minta Dilancarkan Rezeki, Baca Ayat Seribu Dinar dan Waktu Mustajab Amalkan Surat At Talaq

Bagi Umat Islam yang rutin membaca Ayat Seribu Dinar selepas sholat fardhu 5 waktu, insya Allah akan dibukakan pintu rezeki dari segala arah.

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Yeni Rahmawati
TRIBUN-MEDAN.COM
ILUSTRASI - Bacaan Ayat Seribu Dinar pada waktu mustajab usai sholat fardhu 5 waktu, Sholat Subuh, Sholat Hajat dan Sholat Tahajud. 

POS-KUPANG.COM - Berikut doa minta dilancarkan rezeki agar terkabul, baca Ayat Seribu Dinar Surat At Talaq ayat 2 dan 3.

Ada waktu mustajab bagi Umat Islam yang ingin mengamalkan Ayat Seribu Dinar yaitu usai melaksanakan sholat fardhu 5 waktu, Sholat Subuh dan setelah Sholat Hajat dan Sholat Tahajud.

Diyakini bagi Anda yang rutin membaca Ayat Seribu akan memperoleh banyak rezeki hingga kaya raya.

Tak hanya itu, banyak keutamaan lain yang dapat Umat Islam peroleh dari rutin membaca Ayat Seribu Dinar Surat At Talaq.

Berikut ini bunyi Ayat Seribu Dinar

Al Quran Surah At – Talaq ayat 2-3 :

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا (٢) وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ‌ۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦ‌ۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا (٣)

Baca juga: Bacaan Dizikir dan Doa Setelah Sholat Tahajud yang Paling Mustajab, Arab, Latin dan Artinya

“Wa mayyattaqillaa ha yaj-‘al lahuu makhraja – wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib – wa mayyatawakkal ‘a- lallaahi fahuwa hasbuh – innallaaha baalighu amrihi – qad ja ‘a lallaahu li kulli syai in-qadra.

Artinya: “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya diberi-Nya kelapangan dan diberi-Nya rezeki yang tidak diduga-duga. Siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya dijamin-Nya, sesungguhnya Allah sangat tegas dalam perintah-Nya dan Dialah yang mentakdirkan segala sesuatu.

Kisah ayat seribu dinar

At Thalaq Ayat Seribu Dinar

Baca juga: Bacaan Doa Setelah Sholat 5 Waktu Lengkap Keutamaan Shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh

Jika ditelusuri dari jejak sejarah, diceritakan pada zaman dahulu ada seorang lelaki yang bekerja sebagai pedagang.

Suatu malam lelaki itu bemimpi ditemui Nabi Khidir as. Dalam mimpinya, lelaki itu diisyarati oleh Nabi Khidir as untuk bersedekah sebanyak seribu dinar.

Awalnya lelaki, itu tidak mengindahkan isyarat mimpi ini. Kemudian datang mimpi yang kedua dan ketiga dengan jalan mimpi yang sama.

Lelaki itu kemudian berfikir bahwa mimpi yang ia alami merupakan kebenaran.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved