Tokoh NTT

Profil Tokoh NTT, Lucius Karus yang Sering Kritik DPR RI

Sosok Lucius Karus sudah tak asing lagi di kalangan politsi di Indonesia. Ia sering menjadi tamu di acara dialog di televisi untuk membeda suatu

Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
Kompas.com
Peneliti Formappi bidang legislasi, Lucius Karus ditemui di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Senin (15/1/2024).(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA) 

POS KUPANG.COM -- Sosok Lucius Karus sudah tak asing lagi di kalangan politsi di Indonesia. Ia sering menjadi tamu di acara dialog di televisi untuk membeda suatu masalah politik di Indonesia.

Dan, pria asal Mannggarai ini pun kerap memberika kritik pada wakil rakyat dalam hal kebijakan poltik dan sikap politik Anggota DPR RI dan partai politik

Sosok Lucius Karus merupakan Peneliti dan Koordinator Bidang Legislasi Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (2009 - 2016)

Ia lahir di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, 15 Maret 1974

Terakhir Lucius megeritik sikap DPR RI yang secara diam-diam mengritik soal revisi UU MK .

Baca juga: Profil Tokoh NTT, Dr. Frans Salesman Guru Besar Ilmu Kesmas Pertama di NTT

Dikutip dari Kompas.com Menurut Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus, seharusnya DPR mematuhi tata cara pembentukan peraturan perundang-undangan yang sudah mereka tetapkan melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011, dan tidak dilakukan secara diam-diam.

"Jadi menurut saya ini sih pengangkangan terhadap aturan yang sudah disepakati oleh DPR sendiri di dalam undang-undang tentang tata cara pembentukan peraturan perundang-undangan," kata Lucius dikutip dari program Obrolan Newsroom di Kompas.com, Selasa (14/5/2024)


Dikutip dari Tirto, kariet Lucius Karus Peneliti Pemantau Kinerja Parlemen Lembaga Studi Pers dan Pembangunan, Jakarta (2006 - 2009)
Peneliti dan Koordinator Bidang Legislasi Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (2009 - 2016)

Sementara pendidikan Pendidikan Licius SMP Seminari Pius XII Kisol, Borong, Manggarai Barat, NTT , SMP Sadar, Ranggu, Kuwus, Manggarai Barat, NTT

SMAK St Ignatius Loyola Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo, Manggarai Barat dan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta .

Baca juga: Profil Tokoh NTT, Alexander Bajawa Petinju Profesional Pertama yang Juara Kelas Berat Indonesia

Sejak 2009, Lucius sudah bergabung selama tujuh tahun dalam organisasi sipil dan sosial tersebut. Sebagai peneliti senior di Formappi, ia fokus terhadap isu-isu parlemen, khususnya pada penelitian kinerja anggota DPR RI. Lucius punya tujuan mendorong parlemen Indonesia yang fungsional.

Setelah lulus dari SMAK St Ignatius Loyola Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo Manggarai Barat, Lucius hijrah ke Jakarta.

Ia meneruskan pendidikannya di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Langkah pria kelahiran Manggarai Barat, 15 Maret 1974 ini dalam politik pun berawal sejak duduk di bangku kuliah. Pada 1998, kala politik sedang bergejolak, Lucius tak mau ketinggalan. Ia turut andil sebagai pemandu dalam acara diskusi-diskusi politik.

Selepas meraih gelar sarjananya, pada 2001 Lucius bekerja di perusahaan penyedia alat bantu belajar anak. Ia pun pernah mencicipi pekerjaan sebagai broker di bidang jual beli valuta asing. Tiga tahun bekerja, Lucius mulai mecoba beralih ke pekerjaan lain.

Baca juga: Profil Tokoh NTT , Umbu Landu Paranggi Sastrawan Nasional asal Sumba

Pada pertengahan 2006, ia bertemu teman lama yang mengajaknya bergabung di Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP). Di LSPP, ia dipercaya menduduki posisi sebagai peneliti pemantau kinerja parlemen. Selain menekuni pekerjaan sebagai peneliti, Lucius juga menjadi salah satu penggiat dalam penghargaan karya jurnalistik Indonesia: Mochtar Lubis Award.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved