Tokoh NTT

Profil Tokoh NTT, Dr. Frans Salesman Guru Besar Ilmu Kesmas Pertama di NTT

Sosok Frans Salesman sudah tak asing lagi di kalanga akademisi di Kota Kupang . Ia kerap menjadi pembicara di sejumlah seminat di kampus-kampus yang

Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
instagram
Prof Frans Salesman 

POS KUPANG.COM -- Sosok Frans Salesman sudah tak asing lagi di kalanga akademisi di Kota Kupang .

Ia kerap menjadi pembicara di sejumlah seminat di kampus-kampus yang ada di Kota Kupang .

Bahkan kini, pria asal Manggarai ini berstatsu guru besar pertama di ilmu kesehatan masyarakat di NTT

Dia dikukukan menjadi Profesor Kesehatan Masyarakat pada 4 Maret 2020 di Universitas Citra Bangsa ( UCB).

Menurutnya, NTT membutuhkan public health dan jika kesehatan masyarakat rendah akan berdampak pada berbagai bidang lainnya termasuk sumber daya manusia yang rendah pula.

Baca juga: Profil Tokoh NTT, Sosok Herman Wutun Praktisi Koperasi dari Dirut Puskud Sampai Duduk di Senayan

Dalam perbincangan dengan Pos Kupang, Frans Salesman akui sudah sejak lama sudah menggeluti ilmu kesehatan masyarakat. Bahkan, untuk keperluan guru besar ini, ia sudah melakukan riset sejak tahun 2012 di Kabupaten Kupang.

"Saya mengambil riset tentang ansuransi kesehatan dan tarif pelayanan kesehatan. Saya juga melakukan riset di Kabupaten Ngada selama dua tahun. Saat itu diminta oleh AUS-Aid tentang kebijakan kesehatan.," ungkapnya

Sebagai peneliti, tahun 2017 dirinya mulai menulis artikel-artikel kesehatan dan mengunggah ke jurnal-jurnal internasional. Dari 16 jurnal yang ditulisnya, masuk di Prosiding Internasional, enam jurnal masuk best of scince di Indexing Scopus, empat jurnal di Thomson Reuters dan sisanya di Google Scholar. Ia juga menulis menulis buku 'Potret Kesehatan Masyarakat di NTT".

Baca juga: Profil Tokoh NTT, Alexander Bajawa Petinju Profesional Pertama yang Juara Kelas Berat Indonesia

"Ini semua kompilasi juga dari hasil riset untuk menjadi rujukan ilmiah pembangunana kesehatan di NTT," jelasnya.

Perhatiannya pada dunia kesehatan di NTT , dirinya melihat di NTT khususnya indeks kualitas sumber daya masyarakat masih rendah. Itu ditunjukkan dari angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTT sampai tahun 2018 sebesar 64,39 di pringkat 31 dari 34 provinsi di Indonesia, dengan pendapatan perkapita orang miskin sebesar Rp 20.712 perhari.

Jadi, bisa bayangkan pendapatan kita sama dengan harga satu bungkus rokok. Ini menjadi komplikasi dari IPM yang rendah. Kesehatan masyarakat rendah juga dibuktikan dengan angka kematian balita di NTT sebesar 12,30. Artinya, dari 1000 balita, 13 orang diantaranya tidak bisa merayakan ulang tahun ke-5 karena meninggal.

Nah, tingginya angka kematian balita ini adalah puncak dari rendahnya kesejahteraan masyarakat, baik sosio ekonomi maupun lingkungan. Ini semua puncak dari gunung es.

Angka kematian balita menunjukan pembangunan kesehatan kita masih jauh dari harapan. Padahal, visi visi dari kesehatan adalah 'sehat untuk semua (healt for all).

Baca juga: Profil Tokoh NTT , Rassy Fay M Bait Komandan Den Bravo TNI asal NTT

Nama : Prof. Dr. Frans Salesman, SE, M.Kes.
TTL : Beangiung, 9 Mei 1955.
Istri : Sisilia Santiani Pu'ung Salesman, A.Md.
Anak : 1. Ronaldus Fancy Dhada.
2. Richardus Adven Dhada.
3. Irmina Linda Dewiaty.
4. Leonardus W Setiawan.
5. Emanuel G Alan Rchmat.
6.Matheus R Yosafat Dhada.
Pendidikan :
1. Sarjana Ekonomi dan Studi Pembangunan di Universitas Terbuka Indonesia.
2. Magister Ilmu Kesehatan dan Studi Pembangunan, UniVersitas Airlangga.
3. Doktor Ilmu Kedokteran/Ekonomi Kesehatan di Univeritas Airlanngga.

Pekerjaan :
1. Wakil Rektor Bidang Akedemik, Universitas Citra Bangsa (UCB).
2. Jabatan akadeik : Profesor/Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat.

 

Baca berita lain di Pos Kupang.com KLIK >>> GOOGLE.NEWS

 

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved