Timor Leste
Timor Leste: Visa Keterlibatan Pasifik Meningkatkan Diaspora di Australia
Visa Keterlibatan Pasifik (Pacific Engagement Visa) dirancang untuk meningkatkan diaspora sembilan negara dari kawasan Pasifik di Australia
POS-KUPANG.COM - Visa Keterlibatan Pasifik (Pacific Engagement Visa) dirancang untuk meningkatkan diaspora sembilan negara dari kawasan Pasifik di Australia – namun para ahli memperingatkan akan adanya tantangan di masa depan
Vasa Selupe hendak mengikuti lotere.
Dia telah melakukan perjalanan antara Australia dan Tonga selama tiga tahun, bekerja sebagai pemetik buah.
Kini ia berharap menjadi salah satu penduduk Kepulauan Pasifik pertama yang menetap secara permanen di Australia berdasarkan skema Pacific Engagement Visa (PEV) yang baru.
Pemungutan suara dibuka pada hari Senin, dan proses seleksi acak akan menentukan siapa yang diundang untuk melamar tinggal, bekerja dan belajar di Australia.
Bagi Ibu Selupe, keputusan untuk masuk adalah keputusan yang mudah.
“Biaya hidup di Tonga sangat tinggi dibandingkan gaji yang kami terima,” katanya.
“Gaji yang saya peroleh dari pekerjaan [di Australia] jauh lebih besar dibandingkan gaji yang saya peroleh di Tonga…Ada lebih banyak peluang di Australia.”
Visa ini membuka jalur migrasi baru yang besar bagi negara-negara tetangga terdekat Australia, memungkinkan hingga 3.000 warga negara dari negara-negara Pasifik dan Timor Leste bermigrasi setiap tahunnya.
Praktisi hukum Fiji Kesa Baleiwai juga ingin mengikuti pemungutan suara, dan berharap dapat membawa suami dan dua anaknya.
Dia tertarik dengan layanan kesehatan Australia dan peluang untuk melanjutkan pendidikannya.
“Kami tidak bisa membandingkan dokter spesialis [medis] yang mungkin dimiliki Australia dan Fiji, terutama jika anak-anak tersebut sudah memiliki kondisi medis sebelumnya,” kata Ms Baleiwai.
Di pihak Australia, pemerintahnya berharap dapat menumbuhkan diaspora Kepulauan Pasifik yang relatif kecil di negara tersebut dan membangun koneksi ke wilayah tersebut.
Komunitas Pasifik berjumlah sekitar 340.000 atau 1,3 persen dari populasi pada sensus tahun 2021.
Profesor Stephen Howes dari Australian National University menyebut visa baru ini merupakan "perubahan besar" dalam migrasi Australia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Visa-Australia_043.jpg)