Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Minggu 2 Juni 2024, Hidup Yang Berkenan Kepada Allah
Secara umum, kitab Nabi Mikha juga menyerukan tentang harapan akan adanya keadilan dalam tatanan kehidupan umat Israel.
Bacaan ini merupakan bagian penting dari perjalanan iman Umat Israel. Judul bacaan ini ialah “Pengaduan, tuntutan, dan hukuman Tuhan terhadap umat-Nya”Perjalanan iman umat Israel tidak hanya melalui perlindungan Tuhan tetapi juga melalui teguran Allah.
Pengaduan, tuntutan, dan hukuman Allah merupakan bentuk teguran sekaligus sebagai sarana evaluasi bagi umat tentang sejauh mana mereka telah pekah untuk mentaati kehendak Allah.
Dengan kata lain, Tuhan mengevaluasi kehidupan umat yang gagal mengelolah persekutuan mereka secara benar baik dalam relasi dengan Allah maupun dengan sesama. Evaluasi Tuhan itu dibawah dalam sebuah pengadilan.
Pengadilan biasanya menjadi lembaga sah dalam pelaksanaan mencari keadilan secara hukum. Di pengadilan, ada penerimaan terhadap berkas, ada pemeriksaan terhadap bukti dan saksi, dan ada keputusan terhadap kasus yang diajukan.
Gelar perkara dan penyelesaian terhadap perkara dilakukan di pengadilan dalam tujuan untuk mencari keadilan hukum.
Dalam kasus ini, Allah juga mencari keadilan terhadap ketidakadilan yang dilakukan umat-Nya. Allah hadir menggugat umat, dengan menghadirkan gunung-gunung, dasar-dasar bumi sebagai saksi (ay.2). Allah juga menjadi hakim dalam pengadilan ini.
Dalam mencari keadilan Allah menanyakan kembali kepada umat tentang ketidakadilan yang mana yang pernah Ia lakukan terhadap umat.
“ Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu?Dengan apakah engkau telah Kulelahkan?Jawablah Aku?” (ayat 3). Apakah Allah telah melakukan keadilan sebagai teladan? Allah memberikan bukti keadilan-Nya kepada umat Israel.
Dalam mencari keadilan, Allah menyampaikan keadilan yang telah Ia lakukan terhadap Umat-Nya sebagai bukti akan keadilanNya.
Keadilan yang telah Allah lakukan ditemukan dalam tindakan Allah kepada umat. Keadilan Allah disampaikan kepada umat lewat cerita sejarah perjalan umat Israel menjadi sebuah bangsa yang merdeka.
Allah telah melakukan keadilan dengan menuntun umat keluar dari tanah Mesir, dan telah membebaskan mereka dari rumah perbudakan (ayat 4).
Dengan mengutus Musa, Harun, dan Miryam, Allah telah melakukan keadilannya dengan mebebaskan Israel dari perbudakan tersistem di Mesir.
Bukti keadilan Allah juga dilakukan lewat sejarah bangsa Israel yang lain. Pembuktian itu disampaikan Allah lewat kisah yang terjadi di daratan Moab, ketika Israel yang dipimpin Musa berkemah dekat daerah seberang sungai Yordan dekat Yerikho (Band. Bil 22:1)Keadilan Allah dilakukan melalui Bileam. Bileam dipakai oleh Allah untuk tetap membela Israel.
Siapakah Bileam? Bileam adalah seorang pelihat yang perkataannya adalah benar. Jika ia mengucapkan sesuatu maka apa yang diucapkannya terjadi.
Bileam adalah teman sebangsa dengan raja Moab (Lih. Bil.22:5).Kisah yang terjadi saat itu ialah, Raja Moab yang bernama Balak bin Zipor meminta Bileam bin Beor untuk mengutuki bangsa Israel. Namun, walaupun Balak menawarkan kekayaan berlimpah sebagai bayaran kepada Bileam untuk mengutuki Israel, namunBileam tidak tergiur dengan bayaran serta perintah raja Balak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pdt-Selvy-Ndun.jpg)