Timor Leste
Aktivis di Timor Leste Serukan Solidaritas untuk Myanmar Saat Konflik Memburuk
Pada audiensi publik yang diselenggarakan oleh lembaga hak asasi manusia nasional di negara tersebut minggu ini, para aktivis lokal dan regional me
POS-KUPANG.COM, DILI - Negara termuda di Asia Tenggara, Timor Leste, sekali lagi mengambil sikap berani untuk rakyat Myanmar.
“Merupakan tanggung jawab historis Timor Leste untuk membela hak asasi manusia. Kami berbagi solidaritas dengan rakyat Myanmar,” kata Virgilio da Silva Guterres, kepala ombudsman Provedor untuk Hak Asasi Manusia dan Keadilan (PDHJ), dalam dengar pendapat publik yang diselenggarakan di kantornya pada tanggal 27 Mei.
PDHJ adalah lembaga hak asasi manusia nasional (NHRI) Timor-Leste. NHRI adalah badan independen, yang dibentuk berdasarkan undang-undang atau konstitusi suatu negara, yang diberi mandat untuk memajukan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan Prinsip Paris.
“Ketika kita berbicara tentang hak asasi manusia, kita harus mengakui hak rakyat Timor-Leste untuk mengetahui situasi di Myanmar,” kata Guterres.
Dengar pendapat publik hanyalah salah satu dari sekian banyak contoh dimana Timor-Leste memberikan dukungan kepada negara tetangganya yang terkepung. Pada Juli 2023, Presiden Jose Ramos Horta bertemu dengan menteri luar negeri Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar untuk membahas perjuangan bersama kedua negara demi kebebasan.
Baca juga: Atase Pertahanan Timor Leste Kunjungi Akademi Militer Indonesia
Bulan berikutnya, Perdana Menteri Xanana Gusmao, bersama Ramos-Horta, meminta Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk berbuat lebih banyak guna menyelesaikan krisis hak asasi manusia di Myanmar. Menyusul komentar tersebut, militer Myanmar mengusir kuasa usaha Timor dari Yangon. Tidak terpengaruh, negara kepulauan kecil itu membalas dengan mengutuk pengusiran tersebut, menegaskan kembali dukungan untuk Myanmar, dan mendesak militer untuk menghormati hak asasi manusia.
Pada bulan September 2023, Gusmao mengatakan Timor Leste “dapat mempertimbangkan kembali untuk bergabung dengan ASEAN” jika blok tersebut gagal meningkatkan upayanya untuk mengatasi krisis Myanmar. Sejak tahun 2011, Timor-Leste telah mengincar keanggotaan penuh ASEAN. Pada tahun 2022, mereka diberikan status pengamat resmi dan persetujuan prinsip untuk menjadi anggota.
(thediplomat.com)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.