Berita Belu

Harga Emas Naik, Penjualan di Toko Emas Atambua Menurun

Kenaikan harga emas secara global memberikan dampak signifikan pada omset penjualan pedagang emas di Kota Atambua, Kabupaten Belu

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
TOKO EMAS - Hamka, seorang pemilik toko emas di Atambua, Kabupaten Belu saat melayani pembeli, Kamis 30 Mei 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Kenaikan harga emas secara global memberikan dampak signifikan pada omset penjualan pedagang emas di Kota Atambua, Kabupaten Belu.

Hamka, seorang pemilik toko emas di Kota Atambua, menyampaikan bahwa peningkatan harga emas yang terjadi sejak awal tahun 2024 telah menyebabkan penurunan omset dan sepinya pengunjung di tokonya.

Hamka menjelaskan bahwa tokonya menjual berbagai jenis perhiasan emas, termasuk logam mulia, cincin, gelang, dan kalung.

Menurutnya, kenaikan harga emas membuat harga jual yang biasanya berkisar antara 800 hingga 900 ribu rupiah per gram, kini melonjak hingga mencapai 1 juta seratus ribu rupiah per gram.

“Kenaikan harga emas ini tidak hanya dialami oleh pedagang di Atambua, tetapi juga secara global. Hal ini turut mempengaruhi omset harian kami karena sepinya pembeli,” ujar Hamka, Kamis 29 Mei 2024.

Hamka menambahkan bahwa emas yang dijual di tokonya terdiri dari emas kuning dan emas putih dengan kisaran 16 karat, yang didatangkan dari Jawa dan Makassar.

Biasanya, toko emas miliknya dapat menjual 5 hingga 10 gram emas per hari, namun kini hanya mampu menjual sekitar 4 hingga 5 gram per hari.

Baca juga: Harga Emas Naik Signifikan, Capai Rp 1.337.000 per Gram

“Jika harga emas mengalami kenaikan, harga tersebut akan berlaku tetap dan tidak mengalami penurunan. Kami tetap mengikuti harga pasaran agar tidak mengalami kerugian,” jelas Hamka.

Kenaikan harga emas secara global ini tidak hanya berdampak pada pedagang emas di Atambua, tetapi juga pada masyarakat yang ingin berinvestasi atau membeli perhiasan emas.

"Harga emas yang saya beli ini mengalami kenaikan, tapi untuk memenuhi kebutuhan terpaksa saya harus membeli dengan harga yang dijual saat ini," ujar Yolanda salah satu pembeli. (cr23)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved