Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Berita Nasional

Istri Korban Pesawat Latih Menangis Sedu

Tangisan Rina Aprianti, istri Farid Ahmad korban meninggal dunia kecelakaan pesawat latih terdengar di RS Kramat Jati.

Editor: Alfons Nedabang
KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO
Sebuah pesawat latih jatuh di pinggir Jalan BSD Grand Boulevard tepatnya di seberang McDonalds, Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten pada Minggu (19/5/2024) siang. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA – Tangisan Rina Aprianti, istri Farid Ahmad korban meninggal dunia kecelakaan pesawat latih tipe Tecnam P2006T dengan nomor registrasi PK-IFP terdengar di Ruang di Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (20/5/2024).

Rina yang mengenakan pakaian berwarna hitam menangis tersedu-sedu menjemput mendiang suaminya sebagai engineer atau mekanik pesawat.

Keluarga dan kerabat Rina berupaya mencoba menenangkan ketika kesedihan tidak bisa lagi ditahan.

Tidak ada kalimat yang disampaikan dalam suasana penuh duka tersebut.

Jenazah Farid Ahmad di dalam peti kemudian dibawa untuk dikebumikan di daerah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (20/5/2024) pukul 09.30 WIB.

Korban sendiri berdomisili di di Kompleks Grand Villa Cihanjuang Nomor 6, Kampung Cisasawi, RT 01/05, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Korban meninggal dunia Farid Ahmad meninggalkan istri dan tiga anak.

Selain itu, dua jenazah lainnya Co-pilot bernama Mayor (Purn) Suwanda telah diserahkan ke pihak keluarga pada hari ini pukul 04.25 WIB untuk dikirim ke Cirebon, Jawa Barat.

Baca juga: Sempat Hilang, Pesawat Latih Cessna Ditemukan Jatuh di BSD Tangerang Selatan, Tiga Orang Tewas

Jenazah Pilot Pulung Darmawan dikirim ke Semarang, Jawa Tengah pukul 09.10 WIB.

RS Bhayangkara Polri Kramatjati membeberkan hasil pemeriksaan dan identifikasi tiga korban meninggal dunia jatuhnya pesawat latih di BSD, Tangerang Selatan, Minggu (19/5/2024).

Kepala Rumah Sakit Polri Brigjen Hariyanto, menjelaskan pemeriksaan tidak dilakukan otopsi oleh tim medis.

Hanya dilakukan melalui identifikasi sidik jari untuk memastikan identitas korban.

“Kecelakaan ini termasuk identifikasi yang tidak terlalu sulit karena kecelakaannya sendiri termasuk plus disaster artinya siapa korbannya itu sudah diketahui identitasnya, jadi kita hanya memastikan,” urai Karumkit di RS Bhayangkara Polri, Jakarta Timur, Senin (20/5/2024).

Karumkit menjelaskan, pemeriksaan fisik dari ketiga jenazah juga dilakukan.

Adapun kondisi tiga jenazah dipastikan utuh dan tak ada luka bakar yang dialami oleh tiga korban.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved