Kamis, 23 April 2026

Liputan Khusus

Lipsus - PMKRI Maumere Aksi Jalan Mundur, Prihatin Penanganan Kasus TPPO di Sikka

Sejumlah anggota Polres Sikka pun berusaha memadamkan api dan mengamankan tiga orang mahasiswa di ruang SPKT Polres Sikka.

|
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/ARNOLD WELIANTO
Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Maumere Santo Thomas Morus terkait kasus TPPO di depan Mapolres Sikka ricuh, Senin 13 Mei 2024 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere Santo Thomas Morus, melakukan aksi damai dengan berjalan mundur menuju Mapolres Sikka.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terkait kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang hingga dinilai tidak jelas penanganannya.

Pantauan Pos Kupang, Senin (13/5), massa aksi PMKRI menggelar long marc dari Sekretariat PMKRI Maumere menuju Mapolres Sikka. Di sepanjang perjalanan, mereka berorasi terkait penanganan TPPO di Sikka. Aksi tersebut menjadi perhatian warga yang melintas.

Baca juga: Lipsus - Mgr. Hironimus Pakaenoni Harus Tegas

Dalam aksi yang dikawal aparat dari Polres Sikka tersebut, massa aksi membawa spanduk antara lain bertuliskan “Tangkap Pelaku TPPO.” 

Saat tiba di depan Kantor BRI Maumere atau sekitar 25 meter dari Markas Polres Sikka, massa aksi mengubah jalannya. Mereka menggunakan formasi jalan mundur.

Salah seorang orator dalam orasinya mengatakan, aksi jalan mundur tersebut sebagai simbol mundurnya kepercayaan PMKRI Maumere terhadap kinerja Polres Sikka untuk menuntaskan kasus TPPO. Massa PMKRI berorasi secara bergantian.

Massa aksi meminta untuk bertemu dan berdialog dengan Kapolres Sikka, namun hanya diizinkan lima orang saja. Massa PMKRI tidak setuju sehingga terjadilah aksi saling dorong antara aparat Kepolisian dan massa aksi.

Saat itu, terjadi aksi saling dorong. Juga terlihat ada batu yang dilempar dari massa aksi tetapi tidak diketahui siapa yang melempar batu tersebut. Tidak hanya aksi saling dorong, massa PMKRI juga melakukan aksi bakar ban di depan Mapolres Sikka yang beralamat di jalan Ahmad Yani Kota Maumere tersebut.

Sejumlah anggota Polres Sikka pun berusaha memadamkan api dan mengamankan tiga orang mahasiswa di ruang SPKT Polres Sikka. Sementara itu, baju salah satu aktivitas PMKRI robek saat terjadi aksi saling dorong di pintu masuk Mapolres Sikka

Saat ricuh, Kabag Ops Polres Sikka I Wayan Oka Deswanta, SE mengaku dilempari batu oleh oknum hingga mengenai kaki kanan. "Ada yang lempar batu sehingga mengenai kaki tapi tidak apa-apa," ujarnya.

Sabuah batu berukuran besar dan satu buah ban bekas pun diamankan petugas di Mapolres Sikka.

Ketua PMKRI Maumere, Kornelus Wuli menyayangkan sikap anggota Polres Sikka yang melakukan pembubaran dengan mendorong hingga menendang massa aksi sehingga baju salah satu mahasiswa robek. "Ada satu anggota kami yang ditendang oknum anggota Polres Sikka, ini yang kita sangat sayangkan,"ujarnya

Menurut Kornelis, semestinya aparat penegak hukum mengayomi dan melindungi masyarakat untuk memastikan kenyamanan masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya.

Sekitar dua jam PMKRI bertahan di depan Mapolres sembari melakukan negosiasi untuk bertemu Kapolres Sikka. Setelah bertahan cukup lama, akhirnya diizinkan masuk ke dalam Mapolres Sikka yang diwakili lima orang mahasiswa untuk menyampaikan tuntutan terkait perkembangan kasus TPPO di Kabupaten Sikka. Perwakilan lima orang mahasiswa ini pun diterima Kasie Humas Polres Sikka, AKP Susanto.

Diduga Dalang TPPO

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved