Pilpres 2024

Golkar Dukung Kabinet Gemuk Prabowo-Gibran: Jangan Halangi Presiden Bekerja Urus Rakyat

Partai Golkar akan mendukung penuh keputusan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka jika arahnya untuk kepentingan rakyat.

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
JANGAN HALANGI – Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono meminta jangan menghalang-halangi presiden bekerja untuk rakyat. 

POS-KUPANG.COM – Partai Golkar akan mendukung penuh keputusan Prabowo SubiantoGibran Rakabuming Raka jika arahnya untuk kepentingan rakyat. Bahkan jangan halang-halangi atau membatasi gerak presiden dan wakil presiden untuk mengurus rakyat.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPP Partai Partai Golkar, Dave Laksono yang menyatakan mendukung wacana penambahan kementerian yang berkemungkinan akan dilakukan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurutnya, kabinet merupakan urusan presiden. Kementerian merupakan ruang gerak presiden untuk mengurus rakyat.

Untuk itu, katanya, ruang gerak presiden jangan dihambat, karena apa yang dilakukan tentunya untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan bangsa dan negara tercinta.

“Ruang gerak Presiden dalam membentuk kabinetnya, ya jangan dihambat, jangan dibatasi, jangan dihalang-halangi," ujar Dave kepada wartawan, Kamis 9 Mei 2024.

Dikatakannya, penambahan kementerian jangan selalu dipandang dari sisi negatif. Karena posturnya menentukan kecepatan pemerintah dalam bertumbuh.

Dave meyakini bahwa wacana penambahan kementerian di era Prabowo-Gibran, akan mempermudah pemerintah dalam membuat kebijakan untuk masyarakat.

"Presiden terpilih nantinya dapat lebih cepat membuat kebijakannya dan dapat segera mengimplementasikan kehendak beliau dalam melayani rakyat," tandas Dave.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman merespons soal munculnya isu kalau Prabowo-Gibran akan membentuk sebanyak 40 kementerian di kabinet yang dipimpinnya.

Baca juga: Ganjar Pranowo Angkat Bicara Usai Nyatakan Sikap Jadi Oposisi Prabowo-Gibran

Baca juga: Ahok Berpeluang Maju ke Pilkada DKI Jakarta, KPU Kini Tunggu PKPU

Habiburokhman menyebut, sejatinya soal pembentukan kabinet itu murni berada pada hak prerogatif dari Prabowo Subianto sebagai Presiden terpilih.

"Secara substansi, baik konstitusi itu ada di pak prabowo, sebagai presiden elected. Apakah besar efektif, tidak efektif dan lain sebagainya kan tentu pertimbangan beliau," kata Habiburokhman kepada awak media saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 6 Mei 2024.

Namun jika membicarakan soal jumlah, Habiburokhman menilai tidak masalah jika memang nantinya akan terbentuk banyak Kementerian.

Pasalnya, Indonesia merupakan negara yang besar, dan memiliki tujuan dan cita-cita yang besar juga.

Oleh karenanya dengan melibatkan banyak pihak, maka tujuan untuk mewujudkan cita-cita itu akan semakin baik dilakukan.

"Jadi kalau memang ingin melibatkan banyak orang, menurut saya juga nggak ada masalah. Justru semakin banyak semakin bagus kalo saya pribadi," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved