Pilpres 2024

Andi Nena Wea Minta Prabowo-Gibran Pikirkan Masa Depan Buruh

Calon presiden dan calon wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka diminta untuk memikirkan masa depan para buruh Indonesia

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
MASA DEPAN BURUH - Presiden KSPSI atau Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia,  Andi Gani Nena Wea meminta capres dan cawapres terpilih, Prabowo-Gibran untuk memikirkan masa depan buruh. 

POS-KUPANG.COM – Calon presiden dan calon wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka diminta untuk memikirkan nasib dan masa depan para buruh di Indonesia. Ini penting untuk mengangkat derajat hidupnya menjadi lebih baik.

Harapan itu disampaikan  Presiden KSPSI atau Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh IndonesiaAndi Gani Nena Wea saat ditemui awak media di sela acara May Day Fiesta, di Stadion Madya, Kawasan GBK, Senayan, Rabu 1 Mei 2024.

Ia juga meminta Prabowo dan Gibran untuk mendengarkan suara hati para buruh. Untuk kepentingan itulah Prabowo dan Gibran diminta untuk menyiapkan kesempatan berdialog dengan para buruh.

Maksudnya, lanjut Andi Gani Nena Wea, pemerintahan mendatang harus mengetahui apa yang menjadi keluh kesah para buruh. Pasalnya, buruh merupakan bagian dari pelaku pembangunan di negara ini

"(Prabowo-Gibran) harus duduk bersama dengan buruh. Karena kami adalah mitra semuanya. Harus ada kemitraan antara pengusaha, buruh dan juga pemerintah," ujar Andi.

Hal-hal yang menjadi masa depan buruh, lanjut dia, harus dibahas bersama pemerintah. Sebagai misal, penerapan outsourcing dan upah murah serta beberapa aturan lainnya yang tidak pro buruh. Itu semua termuat dalam UU Cipta Kerja.

"Jadi kami berharap capres dan cawapres terpilih bisa membicarakan hal-hal krusial seperti outsourcing seumur hidup, upah murah, dan banyak hal yang ada di Undang-Undang Cipta Kerja itu,” ujarnya.

“Kita minta klaster tenaga kerja di Undang-Undang Cipta Kerja dicabut, ditarik. Ini menjadi sumber yang merugikan buruh," ujarnya.

Ia juga menyinggung penerapan atau mekanisme perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) atau yang biasa dikenal dengan pegawai kontrak.

Baca juga: Presiden Jokowi Asyik-asyik Saja Setelah Tak Lagi di PDIP

Kata pria yang baru saja diangkat sebagai Penasihat Ahli Kapolri Jenderal pol Listyo Sigit Prabowo itu, bahwa saat ini banyak lini pekerja yang tidak mendapatkan kepastian perjanjian kerja.

"Bagaimana mungkin seorang pekerja di kontrak seumur hidup. Teman-teman pers juga kan gak mau di kontrak seumur hidup tanpa ada kejelasan masa depan," tandas Andi Gani nena Wea. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved