Piala Asia U23
Catatan Sepak Bola: Senjata Rahasia Guru Shin
Ketenaran sang arsitek tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia asal Korea Selatan itu jauh melampaui apa yang dia bayangkan sendiri.
Penulis: Dion DB Putra | Editor: Edi Hayong
Kiranya sudah berjilid-jilid ulasan para pengamat soal keutamaan, keunggulan dan kepiawaian STY selama mengasuh timnas Indonesia sejak 2019 dibandingkan pelatih timnas sebelumnya.
Saya terkesan dengan pandangan pengamat sepak bola dari negeri jiran Malaysia, Keesh Sundaresan.
Menurut Sundaressan, kontribusi terbesar Pelatih Shin Tae-yong adalah mengatasi inferiority complex alias rasa rendah diri para pemain Timnas Indonesia.
Inferiority complex merupakan gangguan kepribadian seseorang yang meragukan kemampuan dirinya atau merasa rendah diri.
Kondisi ini membuat pengidapnya kehilangan rasa percaya diri dan selalu merasa kurang dalam berbagai aspek kehidupan seperti intelektual, sosial, dan fisik. Dia merasa minder.
"Lawan Australia, Yordania, Jepang, Irak, Indonesia tetap bermain tanpa rasa takut dan gusar. Bagi saya, kemampuan mengatasi itu mungkin kontribusi terbesar Shin Tae-yong kepada pemain-pemain Indonesia," kata Keesh Sundaresan di akun Youtube Astro Arena, Kamis (25/4/2024).
Seperti dikutip Kompas.com, perbincangan itu tercipta seiring sukses Timnas U23 Indonesia melaju ke babak semifinal Piala Asia U23 2024.
Tim asuhan Pelatih Shin Tae-yong lolos setelah menang dramatis atas Korea Selatan lewat adu penalti 11-10 (2-2).
Dalam perbicangan bertajuk "Timnas Indonesia Luar Biasa, Menyala di Balik Kesedihan Malaysia", Keesh Sundaresan mengatakan, para pemain sepak bola di Asia Tenggara kerap tersandera rasa rendah diri, sehingga berdampak pada cara bermain mereka di lapangan.
Perasaan rendah diri alias minder muncul karena menganggap timnya tak cukup bagus dibandingkan negara-negara yang sepak bolanya dipandang lebih unggul seperti Jepang, Korea Selatan, Iran, Arab Saudi, Australia dan lainnya.
"Bagi saya, ada satu wabah yang kerap membelenggu sepak bola Asia Tenggara yaitu inferiority complex," kata Keesh Sundaresan.
"Sebagai sebuah kawasan, kita dilihat sebagai kawasan kecil, tak begitu besar, tak begitu penting walaupun ada populasi besar di sini yaitu Indonesia," ujarnya.
"Inferiority complex ini, saat kita merasa lebih kecil, tidak cukup bagus, tidak sebesar negara-negara lain, itu akan selalu ada di dalam pikiran. Itu berdampak pada cara kita bermain terutama di kompetisi tertinggi," ujar Keesh Sundaresan.
Akan tetapi, sejak diasuh Shin Tae-yong, Keesh Sundaresan melihat Indonesia sukses mengatasi rasa minder tersebut dan bermain tanpa rasa takut saat melawan tim-tim besar.
"Kita lihat Piala Asia tempo hari dan Piala Asia U23 ini, Indonesia tidak menunjukkan rasa takut," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pelatih-asal-Korea-Selatan-yang-menangani-Timnas-U23-Indonesia.jpg)