Tinju Dunia

Tinju Dunia, Ryan Garcia Next Fight Bukan Kelas Ringan Super atau Welter, Ini Penjelasan De La Hoya

Jadwal Tinju dunia, promotor Oscar De La Hoya menyebut Ryan Garcia next fight bukan kelas ringan super atau welter

Penulis: Kanis Jehola | Editor: Kanis Jehola
sportanews.com
GARCIA DAN DE LA HOYA - Promotor Oscar De La Hoya menyebut Ryan Garcia next fight bukan kelas ringan super atau welter. Foto Oscar De La Hoya dan Ryan Garcia. Foto Ryan Garcia, anak kesayangan Oscar De La Hoya. 

POS-KUPANG.COM – Jadwal Tinju dunia, promotor Oscar De La Hoya menyebut Ryan Garcia next fight bukan kelas ringan super atau welter.

Lantad di kelas apa Ryan Garcia akan bermain?

Akibat kelebihan bobot sampai 143,2 pound (64,95kg), Ryan Garcia gagal merebut gelar kelas ringan super WBC (63,5kg) dari tangan Devin Haney.

Karena itu, ke depan Ryan Garcia akan bertarung di kelas sesuai ketetapannya sendiri. Bukan kelas welter 66,7kg, tapi catchweight 144 pound atau 65,31kg.

Promotor Oscar De La Hoya, selaku CEO Golden Boy Promotions menyebutnya sebagai ‘Garcia-weight’ atau bobot Garcia.

Sejumlah nama paling tenar di Tinju dunia bisa dikatakan boleh melakukan pelanggaran-pelanggaran terkontrol dan terkoordinasi.

Sebutlah Floyd Maywweather Jr, dan Saul Canelo Alvarez.

Dua nama ini bisa menentukan bobot pertarungan Tinju dunia yang mereka inginkan jika mengalami kesulitan mengontrol bobot tubuh.

Ryan Garcia pun masuk dalam level itu dengan jutaan pengikut di platform media sosial, terutama Instagramnya dengan 12 juta pengikut.

Ketika bertarung dengan Devin Haney, 20 April 2024, petinju Los Angeles ini mengabaikan bobot 140 pound kelas ringan super.

Baca juga: Penggemar Tinju Dunia Tertipu, Dugaan Ryan Garcia Gila Jelang Duel Lawan Devin Haney Ternyata Bohong

Ia juga naik meja timbangan dengan bobot 143.2 pound dan tidak mau meminta waktu untuk menurunkan bobotnya.

Yang bisa dilakukan promotor dan badan Tinju dunia terkait adalah mengubah status duel dari title fight menjadi non-title fight. Dan Ryan Garcia tak masalah.

Devin Haney juga tak punya pilihan untuk membatalkan pertarungan Tinju dunia karena menyangkut banyak pertaruhan. Waktu, biaya, tenaga, pikiran, sudah terlalu banyak dihabiskan untuk pertarungan itu.

Devin Haney bisa disebut berjudi ketika dia bertarung dengan Ryan Garcia yang secara fisik lebih besar dan lebih berat, termasuk juga rehidrasi yang terjadi sebelum pertarungan.

Akibatnya bisa terlihat. Devin Haney membayar mahal kesediaannya bertarung dengan 3 kali jatuh kena hantaman Ryan Garcia

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved