Berita Kota Kupang
RSIA Dedari Kota Kupang NTT Buka Poli Saraf, Sudah Dicover BPJS
Nah supaya pelayanan itu menyeluruh di sini maka kami berinovasi untuk menggabungkan dengan Poli Klinik Saraf ini,
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Dedari Kupang resmi membuka Poli Saraf pada Jumat, 19 April 2024.
Owner RSIA Dedari, dr. D. A. P. Shinta Widari, SpKJ, MARS dalam kesempatan tersebut mengatakan, RSIA Dedari selalu berinovasi dan selalu ingin mengembangkan layanan-layanan yang ada saat ini.
"Pada tahun 2024 kita buka satu, Poliklinik Saraf, nanti selanjutnya kita akan membuka kembali Poliklinik Estetik Obgyn yang dulu sudah pernah dibuka sebenarnya tapi belum jalan maksimal, kami akan maksimalkan, kemudian Poliklinik Bedah juga sudah ada sebenarnya tapi karena dokternya yang lagi pendidikan nanti akan kembali, termasuk juga pelayanan untuk baby spa dan lain-lain kita akan kembangkan kembali yang dulu juga sudah pernah ada kami akan kembangkan lagi karena itu sangat erat kaitannya dengan ibu dan anak," kata dr. Shinta.
dr. Shinta mengungkapkan, alasan dibukanya Poli Saraf pada hari ini adalah RSIA Dedari sebagai rumah sakit ibu dan anak tentu bukan hanya pelayanan untuk ibu dan anak saja yang disediakan tetapi juga untuk pelayanan masyarakat termasuk bapak-bapak, anak-anak dan lain-lain.
Baca juga: Harga Ikan di Pasar Inpres Naikoten Kota Kupang Turun Pasca Lebaran
"Ibu yang melahirkan itu kadang-kadang ada dengan komplikasi misalnya dengan hipertensi, ada yang gangguan saraf pasca melahirkan. Nah supaya pelayanan itu menyeluruh di sini maka kami berinovasi untuk menggabungkan dengan Poli Klinik Saraf ini," ujarnya.
Dia berharap, dengan dibukanya Poliklinik Saraf, RSIA Dedari bisa memberikan pelayanan yang lebih menyeluruh dan lebih komperhensif dan tentu bisa memberikan layanan bagi pasien-pasien yang membutuhkan pelayanan untuk penyakit saraf.
Direktur RSIA Dedari dr. Nanin Susanti, Akp. MARS mengungkapkan, saat ini di RSIA Dedari sendiri sudah memiliki dua Poli Obgyn, dua Poli Anak, Poli Tumbuh Kembang Anak, Poli Manajemen Nyeri, Poli Jiwa dan Poli Saraf.
"Jadi ini (Poli Saraf) yang kedelapan dan kita sudah bekerjasama dengan BPJS," kata dr. Nanin.
Menurut dia, saat ini banyak sekali orang-orang yang mengeluh nyeri berkepanjangan sehingga dengan hadirnya Poli Saraf yang bisa dikolaborasikan dengan Poli lain seperti Manajemen Nyeri, pasien bisa mendapatkan layanan yang lebih lengkap.
"Semoga semakin banyak poli yang akan kita launching lagi, sebisa mungkin setahun dua poli," ungkapnya.
Dokter Spesialis Neurologi RSIA Dedari dr. Rainoldy Wangi MH.Kes, SpN menjelaskan, di NTT khususnya Kota Kupang, sudah banyak penderita penyakit saraf dengan faktor risiko yang juga banyak seperti tekanan darah tinggi, kolesterol yang tidak terkontrol, dan gaya hidup yang sangat berisiko.
"Itu untuk penyebab karena kelainan pembuluh darah artinya bahwa ada penyempitan atau pecahnya pembuluh darah. Sedangkan untuk nyeri pun pasien-pasien dengan nyeri entah itu nyeri karena trauma,.atau benturan karena kecelakaan, atau jatuh dari pohon dan juga karena pertambahan usia dan gaya hidup yang agak berbeda seperti faktor risiko sehingga memang nyeri-nyeri karena penyakit degeneratif atau nyeri-nyeri karena trauma lebih banyak terjadi di Kupang sehingga memang Poli Saraf itu memang diperlukan," jelas dr. Rainoldy.
"Selain itu, pasien-pasien usia tua dengan gangguan-gangguan neurobehavior kemudian ada gangguan geriatri karena usia dan memang sudah fungsi perkembangan otaknya berkurang menyebabkan kebutuhan untuk neurogeriatri di Kupang memang tinggi, contohnya pasien-pasien yang sering lupa yang susah tidur," tambahnya.
Lanjut dia, target utamanya adalah menyelesaikan permasalahan atau menekan faktor risiko yang menyebabkan terjadi kelainan pembuluh darah otak akibat gaya hidup.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.