Rabu, 22 April 2026

Pilkada Malaka

Kim Taolin Bangun Komunikasi Lintas Politik

Kim Taolin yang ditemui POS-KUPANG.COM mengatakan, saat ini ia terus membangun komunikasi lintas partai untuk mendapat dukungan.

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/NOFRY LAKA 
Louise Lucky Taolin atau Kim Taolin siap maju sebagai calon bupati Malaka periode 2024-2029. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, BETUN - Louise Lucky Taolin yang adalah Wakil Bupati Malaka saat ini bertekad untuk maju sebagai calon Bupati Malaka pada Pilkada 2024

Niat untuk maju sebagai calon Bupati Malaka merupakan pilihan politiknya untuk melayani masyarakat Rai Malaka. Alasan lain yang juga bisa diterima mungkin karena wacana kepemimpinan SN-KT tidak berlanjut lagi alias berpisah. 

Kim Taolin yang ditemui POS-KUPANG.COM, Kamis 18 April 2024 sore mengatakan, saat ini ia terus membangun komunikasi lintas partai untuk mendapat dukungan. 

Sebagai kader partai dan juga Ketua DPC PKB Kabupaten Malaka, Kim sudah mengantongi tiga kursi di DPRD. Ia membangun komunikasi lintas partai untuk menambah dukungan kursi agar memenuhi syarat dukungan minimal lima kursi. 

Sambil bergerak mendapatkan dukungan dari sejumlah partai politik, Kim Taolin bersama tim juga sedang merancang dan mendesain program kerja yang berbeda dengan kepemimpinan sebelumnya. 

Kim Taolin menawarkan program kerja yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Malaka yang secara umum diklasifikasi dalam beberapa sektor diantaranya, sektor pelayanan kesehatan, pertanian dan peternakan, peningkatan SDM, ekonomi dan infrastruktur.

Baca juga: Pilkada Malaka, Hari Ini Simon Nahak Daftar di PDI Perjuangan dan Partai Demokrat

Pada Pilkada 2024, Kim Taolin yang dikenal sebagai sosok low profil dan humanis ini berkomitmen untuk menawarkan berbagai program kerja kepada masyarakat ketimbang saling fitnah dan menjatuhkan sesama calon. 

Ia mengharapkan Pilkada 2024 ini dapat berjalan aman, lancar, damai dan humanis demi membangun Rai Malaka agar lebih maju dari waktu ke waktu. 

Kata dia, bila terjadi pecah kongsi maka hal itu dapat dimaknai sebagai hal lumrah dalam politik. Sebab, pecah kongsi tidak hanya terjadi di Malaka, tetapi juga terjadi di beberapa kabupaten di NTT. Pada prinsipnya, perpecahan buka berarti saling bermusuhan. (jen)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved